Page 305 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 305
Judul Kemnaker gagalkan pengiriman 11 pekerja migran ilegal
Nama Media antaranews.com
Newstrend PMI Ilegal
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2220578/kemnaker-gagalkan-
pengiriman-11-pekerja-migran-ilegal
Jurnalis Zubi Mahrofi
Tanggal 2021-06-19 09:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Suhartono (Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker) Pastikan bahwa informasi
penempatan PMI ke luar negeri didapatkan atau diklarifikasi sebelumnya melalui Dinas
Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi atau Kabupaten/Kota
setempat. Para pencari kerja juga dapat mengakses karir hub melalui aplikasi Sisnaker yang
tersedia pada smartphone android untuk mencari segala informasi ketenagakerjaan
neutral - Ridho Amrullah (Koordinator PPMI, Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan
Migran Indonesia) Kami mendapat informasi bahwa
negative - Ridho Amrullah (Koordinator PPMI, Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan
Migran Indonesia) Pelanggaran juga diduga terjadi terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun
2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, di mana pemerintah melarang pengiriman
PMI ke kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga
positive - Yuli Adiratna (Plt. Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia)
Selanjutnya, penanganan para calon pekerja migran tersebut akan dikoordinasikan dengan
Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan menggagalkan pengiriman 11 calon pekerja migran Indonesia
(CPMI) nonprosedural yang direkrut dan akan diberangkatkan oleh orang perseorangan sebagai
Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah. Hal itu terjadi saat Tim Satgas
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas PPMI) dari Direktorat Bina Penempatan dan
Pelindungan Migran Indonesia dan Pengawas Ketenagakerjaan, Kemnaker melakukan inspeksi
mendadak pada Kamis (17/6) di daerah Halim Perdanakusuma, Makassar, Jakarta Timur.
304

