Page 403 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 403

SIDAK DI JAKTIM, KEMNAKER GAGALKAN PENGIRIMAN 11 PEKERJA MIGRAN
              ILEGAL
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berhasil menggagalkan pengiriman 11 Calon Pekerja
              Migran  Indonesia  (CPMI)  nonprosedural  yang  direkrut  dan  akan  diberangkatkan  oleh
              perseorangan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah.

              Hal  itu  terjadi  saat  Tim  Satgas  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (Satgas  PPMI)  dari
              Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia dan Pengawas Ketenagakerjaan,
              Kemnaker  melakukan  Inspeksi  Mendadak  pada  Kamis  (17/6/2021)  di  daerah  Halim
              Perdanakusuma, Makassar, Jakarta Timur.

              Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono menjelaskan, 11 CPMI yang akan dikirimkan ke
              Timur  Tengah  ini  dijanjikan  pekerjaan  dengan  upah  yang  tinggi  dan  kemudahan  dalam
              mengurusi prosesnya.

              Atas  kejadian  tersebut,  Dirjen  Suhartono  mengimbau  masyarakat  untuk  berhati-hati  dan
              waspada jika ada pihak-pihak yang merayu untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah, apalagi
              untuk bekerja ke luar negeri sebagai PLRT di negara Timur Tengah.

              "Pastikan  bahwa  informasi  penempatan  PMI  ke  luar  negeri  didapatkan  atau  diklarifikasi
              sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
              atau Kabupaten/Kota setempat. Para pencari kerja juga dapat mengakses karier hub melalui
              aplikasi  Sisnaker  yang  tersedia  pada  smartphone  android  untuk  mencari  segala  informasi
              ketenagakerjaan," katanya.

              Koordinator  PPMI,  Direktorat  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran  Indonesia  Ridho
              Amrullah mengemukakan, Sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat
              bahwa terdapat CPMI yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah.

              "Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab
              yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua," ujarnya.

              Ridho mengatakan, 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
              dipersyaratkan,  sehingga  membuat  pelindungan  terhadap  mereka  menjadi  rentan.  11  CPMI
              tersebut  berasal  dari  berbagai  daerah,  yaitu  Bangka  Belitung,  Madiun,  Pandeglang,  Musi
              Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung, Purbalingga, dan
              Cilegon.

              Rencana pengiriman CPMI ke luar negeri ini jelas melanggar Keputusan Menteri Ketenagakerjaan
              Nomor  260  Tahun  2015  Tentang  Penghentian  dan  Pelarangan  Penempatan  Tenaga  Kerja
              Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah.

              "Pelanggaran  juga  diduga  terjadi  terhadap  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,  di  mana  pemerintah  melarang  pengiriman  PMI  ke
              kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga," kata Ridho.

              Plt. Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia Yuli Adiratna menyatakan,
              pihaknya bersama Pengawas Ketenagakerjaan dan kepolisian akan mendalami adanya indikasi
              tindak  pidana  pada  kasus  ini.  Kemnaker  juga  akan  bersikap  tegas  kepada  perusahaan
              penempatan PMI yang terlibat dalam kasus ini.

              "Selanjutnya,  penanganan  para  calon  pekerja  migran  tersebut  akan  dikoordinasikan  dengan
              Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya. CM (ars).



                                                           402
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408