Page 405 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 405
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sudah ada 8,3 juta
orang menerima manfaat Kartu Prakerja hingga minggu ini.
"Semua kabupaten kota ada pesertanya. Sekali lagi, semua di 514 kabupaten kota," kata
Airlangga dalam siaran pers, Jumat (18/6/2021).
Airlangga menuturkan, penerima Kartu Prakerja itu berasal dari semua kalangan, baik pencari
kerja yang terdampak pandemi maupun pekerja yang menjadi korban PHK.
Dia mencatat, penerima berasal dari kalangan karyawan, mahasiswa baru lulus alias pencari
kerja, hingga golongan disabilitas. "Ada difabel, purna pekerja migran Indonesia, lulusan SD,
pencari kerja, korban PHK, karyawan, hingga wirausaha, karena memang sejatinya Prakerja
terbuka bagi semua orang," ujar Airlangga.
Pasalnya kata dia, program Kartu Prakerja memang merupakan bagian dari jaringan pengaman
sosial ( social safety net ) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Tercatat, program Kartu Prakerja mulai dibuka sehari setelah PSBB tanggal 11 April 2020 dengan
kuota sebanyak 200.000 orang. Peserta program semi-bansos ini mendapatkan insentif berupa
bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta.
Rinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif
pasca-pelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50.000
untuk tiga kali. "Jadi bentuknya semi-bansos, karena (penerima) yang terdampak pandemi
Covid-19, bukan hanya mereka yang terdaftar di DTKS Kementerian Sosial," imbuhnya.
Adapun saat ini, terdapat 179 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1.591 jenis
pelatihan dalam ekosistem Kartu Prakerja. Ribuan pelatihan tersebut dijual di 7 platform digital
yang bekerjasama dengan Kartu Prakerja. "Terakhir Survei Angkatan Kerja Nasional BPS pada
Februari 2021 menunjukkan 90,97 persen penerima Kartu Prakerja mengatakan keterampilan
kerja mereka meningkat setelah mengambil pelatihan," tandas Airlangga.
404

