Page 411 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 411
dan Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), di Aula KH. Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta
(18/06).
TINGKATKAN KUALITAS SDM, BADAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN
INDONESIA KERJA SAMA DENGAN UKI
"Kami bangga Pekerja Migran Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.
Perguruan Tinggi dapat membuka peluang prioritas perkuliahan bagi Pekerja Migran Indonesia
baik secara langsung atau virtual. Kampus UKI bisa memberikan masukan dalam kajian akademis
dalam setiap penyusunan kebijakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," ujar Kepala
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, dalam
penandatanganan Nota Kesepahaman antara BP2MI dengan Pemda Kabupaten Morowali Utara
dan Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), di Aula KH. Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta
(18/06).
Benny Rhamdani menjelaskan bahwa akademisi UKI memberikan layanan konseling dan
rehabilitasi sosial dan ekonomi kepada Pekerja Migran Indonesia yang terkendala.
"Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menyediakan tenaga kerja terdidik dan
terampil untuk mengisi peluang kerja di luar negeri.
Sementara itu, Pemerintah Daerah memberikan jaminan bahwa warga yang berangkat ke luar
negeri memiliki kompetensi, keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan sektor pekerjaan
yang mereka pilih," tambahnya lagi.
Dengan mendapat akses pendidikan yang lebih tinggi, Pekerja Migran Indonesia dapat memiliki
pilihan pekerjaan maupun pendapatan yang lebih baik di masa depan.
BP2MI bekerja sama dengan UKI untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi Pekerja Migran
Indonesia. Penandatanganan Nota Kesepahaman menjadi awal untuk menguatkan sinergi
kelembagaan dan menghadirkan negara dalam memberikan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia secara menyeluruh sebelum, selama dan setelah bekerja.
Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, mengatakan "Kerja sama ini dilakukan dengan satu
tujuan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita ingin melihat masyarakat Indonesia
sejahtera. UKI mendorong Pekerja Migran Indonesia menjadi masyarakat sarjana unggulan di
kemudian hari. Harapannya setelah selesai menunaikan tugas di luar negeri, dapat kembali ke
Indonesia dan menjadi masyarakat unggulan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknologi memiliki kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pelaksanaan kegiatan
pembelajaran dilaksanakan secara online, sehingga bisa memanfaatkan waktu yang ada,"
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono,
S.H., M.H., MBA dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Benny Rhamdani,
serta Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi. (ANP).
410

