Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 104

PEKERJA DI KARANGANYAR RELA THR DICICIL LIMA KALI

              KARANGANYAR - Sejumlah pekerja di Karanganyar rela tunjangan hari raya (THR) mereka dicicil
              lima kali. Meski hal itu melanggar surat edaran Menteri Tenaga Kerja (Menaker) yang meminta
              THR  dibayarkan  sekali.  Paling  lambat  tujuh  hari  sebelum  Lebaran.  Hal  itu  didasari  kondisi
              perusahaan yang terdampak pandemi.

              Informasi yang dihimpun, ada beberapa perusahaan yang berencana mencicil THR tiga sampai
              lima kali. Padahal sesuai ketentuan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), THR dibayarkan
              sekali dan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

              Namun,  karena  saat  ini  masih  dalam  kondisi  pandemi  Covid-19,  melalui  Surat  Edaran  (SE)
              Menaker Nomor M/6/HI.00.01/V/2020, pemberian THR ditunda sesuai jangka waktu yang telah
              ditentukan. Sesuai kesepakatan pengusaha dan buruh.

              "Kemarin sudah ada pengumuman. Dan fix untuk pemberian THR dicicil sebanyak lima kali,"
              teran salah seorang pekerja di perusahaan tekstil Widyo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin
              (21/4).

              Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Martadi
              melalui  Kepala  Bidang  Hubungan  Industrial  (HI)  Hendro  Prayitno  mengungkapkan,  sesuai
              dengan peraturan Menaker, tidak diperbolehkan mencicil THR. Apalagi jika perusahaan sampai
              mencicil THR lima kali. Dia menilai, kondisi ini membuat buruh sama halnya melepaskan haknya
              sebagai pekerja.


              "Jadi  kami  tadi  sudah  berkoordinasi  dan  diskusi  dengan  moderator  yang  menangani  terkait
              hubungan industrial. Kalaupun memang ada perusahaan yang melakukan hal tersebut, ya berarti
              pekerja itu melepaskan haknya. Karena secara aturan itu memang tidak boleh," tegas Hendro
              yang juga Sekretaris II Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap
              Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar ini.

              Hendro menambahkan, setelah dibukanya posko pelayanan bagi pekerja, sejauh ini belum ada
              laporan terkait problematika THR. Posko THR bakal didirikan hingga H-1 Lebaran.


              "Posko ini kami sediakan untuk menerima aduan dari pekerja yang tidak menerima THR tahun
              ini. Jika ada pelanggaran, tim akan memberikan rekomendasi kepada Satwasker Provinsi Jawa
              Tengah  (Jateng).  Selanjutnya  memberikan  sanksi  kepada  perusahaan  bersangkutan,"
              tandasnya.

              Terpisah,  jajaran  Komisi  B  DPRD  Karanganyar  menggelar  inspeksi  mendadak  ke  sejumlah
              perusahan, kemarin. "Kami cek kesiapan perusahaan-perusahaan untuk penyaluran THR tahun
              ini.  Sejauh  mana  mereka  memberikan  THR  itu  ke  pekerja,"  ucap  Sekretaris  Komisi  B  DPRD
              Karanganyar Bobby Aditya Putra.

              (rud/adi/ria)








                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109