Page 109 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 109
Ringkasan
SELANG beberapa waktu diterbitkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2
Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS
Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali mendapatkan mandat untuk menunaikan kewajiban
untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta. Hal ini sesuai dengan manfaat
yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan
Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).
BPJAMSOSTEK REALISASIKAN MANFAAT BEASISWA RP174 JUTA UNTUK 2 ANAK
SELANG beberapa waktu diterbitkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2
Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS
Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali mendapatkan mandat untuk menunaikan kewajiban
untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta.
Hal ini sesuai dengan manfaat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun
2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).
Pembayaran beasiswa itu ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019 yaitu
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara
Penyelenggaraan Program JKK, JKm, dan JHT (Jaminan Hari Tua), efektif berlaku pada 1 April
2021.
Permenaker ini mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT, dengan
salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris peserta.
Berdasarkan Permenaker tersebut, beasiswa pendidikan anak diberikan pada ahli waris peserta
yang mengalami risiko meninggal dunia, dan atau kecelakaan kerja yang berdampak cacat total
tetap atau meninggal dunia.
Manfaat beasiswa ini diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp174 juta, mulai dari
taman kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan strata 1 (S1). Kriteria anak yang dapat
menerima beasiswa dinyatakan belum bekerja, belum menikah, dan di bawah usia 23 tahun.
Kegiatan penyerahan beasiswa secara simbolis ini dilaksanakan Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) RI Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo, di Jakarta,
Rabu, (21/4) dan dilakukan serentak pada 33 provinsi lainnya secara daring.
Ida bersyukur atas implementasi Permenaker Nomor 5 Tahun 2021, yang terlaksana bertepatan
bulan Ramadan sekaligus Hari Kartini.
"Permenaker Nomor 5 Tahun 2021 ini sangat dinantikan kehadirannya, karena merupakan
pemutakhiran dari 4 Permenaker dan 1 Keputusan Menaker yang sebelumnya mengatur
mekanisme pemberian manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan", jelas Ida.
108

