Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 160

Hal  itu  sebagaimana  diatur  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  RI  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021, tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 Bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan.

              Kepala  Dinaskertrans  Nunukan,  Munir  mengatakan,  pihaknya  melalui  mediator  sudah
              menindaklanjuti SE tersebut kepada HRD sejumlah perusahaan di Kabupaten Nunukan .

              Menurutnya,  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  sehingga  berakibat  tidak
              mampu  memberikan  THR  Keagamaan  kepada  buruh/  karyawan,  wajib  melaporkan  kepada
              mediator Dinaskertrans, 7 hari sebelum hari Raya Idul Fitri .

              "Perusahaan  wajib  membayar  THR  buruh/  karyawan.  Dan  kami  sudah  sampaikan  melalui
              mediator kepada HRD perusahaan, apabila ada kendala dalam membayar THR itu, wajib laporkan
              kepada  kami  melalui  mediator,  H-7  sebelum  hari  Raya  Idul  Fitri,"  kata  Munir  kepada
              TribunKaltim.Co, Rabu (21/04/2021), sore.

              Dia mengaku, selama ini perusahaan-perusahaan di Kabupaten Nunukan tidak pernah lalai dalam
              memenuhi kewajibannya untuk membayar THR Keagamaan.

              Meski begitu, bilamana ada kendala untuk membayar THR karyawan, maka perusahaan wajib
              membuktikan  ketidakmampuan  itu  H-7,  sesuai  laporan  keuangan  internal  perusahaan  yang
              transparan.

              "Selama ini perusahaan-perusahaan membayar kog THR karyawan. Kalau memang ada kendala
              tahun  ini,  kami  minta  perusahaan  untuk  membuktikan  ketidakmampuannya  itu  tepat  waktu
              secara transparan.

              Tapi saya yakin 24 perusahaan besar di Nunukan pasti bayar. Tahun lalu pas awal Covid-19,
              THR karyawan dibayar," ucapnya.

              Informasi  yang  dihimpun  24  perusahaan  di  Kabupaten  Nunukan  itu  terdiri  dari  perusahaan
              perkebunan sawit, perusahaan tambang emas, dan perusahaan batu-bara.

              Sekadar diketahui, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 dan Peraturan Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  tahun  2016,  pembayaran  THR  Keagamaan  diberikan  kepada:  -
              Pekerja/ buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih.

              - Pekerja/ buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian
              kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Untuk  besaran  THR  Keagamaan  diberikan  dengan  ketentuan:  -  Bagi  pekerja/  buruh  yang
              mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih. Diberikan sebesar 1 bulan
              upah.

              - Bagi pekerja/ buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi
              kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja dikali
              satu bulan upah lalu dibagi 12.

              - Bagi pekerja/ buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung
              sebagai berikut: a. Pekerja/ buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah


                                                           159
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165