Page 205 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 205
TOLAK UU CIPTA KERJA, BURUH KEMBALI GELAR AKSI
JAKARTA - Federal Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini Rabu, (21/04/2021) kembali
menggelar aksi demo secara langsung dan virtual yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga
13.00 Wita.
Dalam penyampaian secara virtual oleh Vice President DPP FSPMI Kahar S. Cahyono
mengatakan, lebih dari 1.000 pabrik dengan melibatkan 10 ribu orang yang berasal dari 150
kab/kota ikut berpartisipasi dalam aksi ini, dengan menuntut secara tegas agar UU Cipta Kerja
No. 11 tahun 2020 (omnibus law) beserta aturan turunannya untuk dibatalkan.
"Tentu saja sudah banyak orang mulai memahami bahwa UU Cipta Kerja ini memberikan banyak
kerugian bagi kaum buruh, sehingganya memicu kaum buruh melakukan judicial review.
Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, dilakukan dalam hal uji material dan uji formil,"
kata Kahar S. Cahyono lewat live streaming facebook Suara FSPMI.
Kahar juga menambahkan, uji material yang menjadi permasalahan yaitu dari pasal-pasal yang
dianggap merugikan bahkan bertentangan dengan kaum buruh. Sedangkan judicial review
terkait dengan uji formil yaitu menguji sejauh mana proses pembuatan undang-undang sudah
sesuai dengan prosedur atau tidak.
Dalam aksi ini mereka menuntut untuk dibatalkan UU Cipta Kerja, bayar THR tanpa dicicil, usut
tuntas persoalan-persoalan di BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan, segera sahkan perda
jaminan pesangon berlakukan UMSK 2021, serta bentuk unit reaksi cepat pengawasan
ketenagakerjaan.
Berbagai penolakan telah ditunjukkan dari berbagai daerah agar UU Cipta Kerja dibatalkan,
karena dianggap sudah banyak kerugian yang didapatkan, salah satunya di dalam omnibus law
outsourcing diberikan kebebasan sebebas-bebasnya, tanpa ada batasan antara pekerja inti
maupun non inti.
"Saya dan teman-teman semua mempunyai keyakinan yang sangat kuat bahwa proses
pembentukan undang-undang ini, baik dari sisi pemerintahan maupun dari sisi pembentukannya
tidak lazim, sesuai dengan tata cara pembuatan undang-undang," tegas Raden Hatam Aziz
sebagai penggugat.
"Untuk itu mari sama-sama kita berjuang sekuat tenaga demi tegaknya keadilan dan kebenaran
terhadap kaum buruh terutama generasi-generasi kaum muda Indonesia kedepannya," tambah
salah satu masa aksi KSPI (suara lantang) di atas mobil komando.
Dalam aksi demo yang diikuti secara virtual nampak petugas kepolisian menjaga secara ketat
dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Adapun harapan mereka agar tuntutan ini segera
direalisasikan. Namun jika tidak, maka massa aksi akan dikerahkan dengan jumlah yang lebih
besar masing-masing wilayah Se Indonesia.
"Kami PUP SPAI FSPMI Perum Perikanan Indonesia menolak keras omnibus law dan UU Cipta
Kerja. Serta memohon kepada Mahkamah Konstitusi agar mencabut UU Cipta kerja. Hidup
Buruh!!!," tulis Setiawan IW dalam kolom komentar FB.
(hilmi/ung/hargo).
204

