Page 330 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 330
positive - Arif Mujahidin (Direktur Komunikasi Korporat, Danone Indonesia) Ketika karyawan
bahagia, maka produktivitas pun ikut meningkan
Ringkasan
Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk dibayarkan
kepada pekerja. THR pada masa pademi Covid-19 merupakan salah satu daya pemulihan
ekonomi nasional, namun bagi penerima THR perlu mengelola dengan bijak. Perencana
keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari raya.
THR PERLU DIKELOLA DENGAN BIJAK
MATARAM - Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban perusahaan atau pengusaha untuk
dibayarkan kepada pekerja. THR pada masa pademi Covid-19 merupakan salah satu daya
pemulihan ekonomi nasional, namun bagi penerima THR perlu mengelola dengan bijak.
Perencana keuangan Mike Rini Sutikno mengatakan THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari
raya. THR dapat dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai. Agar THR tidak
cepat habis, maka perlu bijak mengelola THR yang didapatkan pada hari raya. "Pola pikir kita
mengenai THR perlu diubah, THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan semua pada saat
hari raya," ungkapnya pada acara Webinar dengan tema "Cerdas Kelola Tunjangan Hari Raya"
yang diselengarakan oleh Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi
Nasional (KPCPEN) lewat zoom meeting, Rabu (21/4).
Dia menjabarkan THR perlu dikelola dengan bijak dengan THR dibagi kebeberapa pos
pengeluaran. Pos pengeluaran THR yang pertama adalah untuk prioritas, prioritas ini bukan
kebutuhan sehari-hari seperti pengluaran listrik. Prioritas yang dimaksud Mike adalah, untuk
menabung dana darurat, pelunasan hutang, serta investasi untuk masa depan. "Dana darurat
sangat penting karena masa epidemi ini situasi yang tidak pasti. Proporsi untuk pos prioritas ini
adalah 10-30 persen dari THR yang didapat," ungkapnya.
Mike menjabarkan lebih lanjut, pos pengeluaran THR selanjutnya adalah zakat, infak, dan
sedekah dengan proporsi 10 persen dari THR. Pengeluaran untuk sajian khas hari raya sebesar
5 - 15 persen dari THR. Pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan
sebesar 5 - 15 persen dari THR yang didapat. "Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai
mesti baru, upayakan belanja berdasarkan kebutuhan bukan atas dasar keinginan," terangnya.
Dia menambahkan, dana THR dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti liburan, halal
bihalal, renovasi rumah. "Keperluan seperti ini dialokasikan hanya sekitar 10-15 persen,"
tutupnya.
Direktur Pengupahan Ditjen PHI JSK Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani mengatakan di tengah
pademi Covid-19, THR wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya,
baik perusahaan lama maupun baru. "THR sekurang-kurangnya dibayarkan tujuh hari sebelum
hari raya," ungkapnya pada kesempatan yang sama.
329

