Page 333 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 333

"Konsekuensi dari penetapan larangan mudik Lebaran tahun ini, Pemerintah harus meringankan
              beban para awak kendaraan, mulai dari sopir hingga kondektur karena sebagian besar mereka
              adalah pekerja harian. Beban mereka sudah sangat besar sejak pandemi," ungkap Toriq Hidayat,
              seperti dikutip ANTARANEWS, Rabu, 21 April 2021 .

              Menurut Toriq, berikut dua jenis bantuan yang harus diberikan pemerintah: Toriq menambahkan,
              Organisasi  Angkutan  Darat  (Organda)  telah  mengajukan  usulan  kepada  Kementerian
              Perhubungan  (Kemenhub)  dan  Kemenko  Perekonomian  untuk  memberikan  insentif  kepada
              pengusaha angkutan umum.


              Adapun biaya yang tidak dapat dihindari oleh pengusaha angkutan umum seperti perawatan,
              onderdil, serta gaji pekerja.

              Usulah  lain  yang  disampaikan  Toriq  Hidayat  yaitu  untuk  meringankan  beban  kredit  atau
              pemberian  keringanan  cicilan  bagi  pengusaha  operator  bus,  melalui  POJK  Nomor
              48/POJK.03/2020.


              Sementara  itu,  Djoko  Setijowarno,  selaku  Ketua  Bidang  Advokasi  dan  Kemasyarakatan
              Masyarakat  Transportasi  Indonesia  (MTI)  menyatakan  apabila  perusahaan  sektor  AKAP  per
              mendapatkan THR .

              Skema bantuan yang tepat perlu diberikan kepada perusahaan sektor transportasi Antar Kota
              Antar Provinsi (AKAP).

              Hal ini dikarenakan pihak pengemudi transportasi ini kerap tidak mendapat gaji bulanan bahkan
              ada yang hanya mendapatkan upah mengemudi bus saja.

              Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah telah menyampaikan beberapa hal terkait pembayaran THR
              bagi pekerja atau buruh di perusahaan swasta, seperti rincian perhitungan, jadwal pencairan,
              hingga denda bagi perusahaan yang terlambat membayar.

              Adapun kebijakan pembayaran THR Kegamaan 2021 tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE)
              Nomor M/6/HK.04/IV/ 2021 mengenai Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan
              Tahun 2021 .

              Surat Edaran yang dikeluarkan pada tanggal 12 April 2021 tersebut kemudian ditujukan kepada
              Gubernur di seluruh Indonesia.***.






















                                                           332
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338