Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 FEBRUARI 2021
P. 31

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Dinas
              Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah
              Provinsi  Sulawesi  Utara,  serta  Dewan  Pengupahan  Nasional  sepakat  mendorong  kejelasan
              tentang peran pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan dan memastikan adanya upah
              minimum bagi awak kapal perikanan, dan penyelarasan dengan kondisi kerja mereka.

              Hal itu terungkap dalam acara diskusi nasional secara virtual bertajuk "Kepastian Upah Minimum
              Bagi Awak Kapal Perikanan Dalam Kacamata UU Cipta Kerja " pada Rabu (17/2/2021), yang
              diselenggarakan oleh SAFE Seas Project, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).

              Diskusi ini ditujukan untuk mengangkat peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam
              memberikan keadilan dan perlindungan awak kapal perikanan dengan memberikan kepastian
              upah minimum.

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  dalam  sambutannya  mengatakan,  kepastian  upah
              minimum awak kapal perikanan perlu mengikuti ketentuan yang ada baik yang bersifat umum
              dari sisi ketenagakerjaan maupun yang bersifat khusus yang diatur secara teknis.

              "Namun, dengan tetap memperhatikan relevansi ketentuan terhadap implementasi di lapangan
              serta dengan mempertimbangkan kelangsungan bekerja dan keberlanjutan usaha," tutur Ida
              Fauziah.
              Sejalan dengan kebijakan tentang pengupahan dan memastikan kepatuhan dari pemberi kerja,
              Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, instrumen kontrol yang
              digunakan  adalah  melalui  penerapan  perjanjian  kerja  laut  sebagai  salah  satu  syarat  dalam
              penerbitan izin berlayar bagi setiap kapal yang akan melakukan penangkapan ikan.

              Sementara,  Kepala  Dinas  Kelautan  dan  Perikanan  Provinsi  Daerah  Jawa  Tengah,  Fendiawan
              Tiskiantoro juga mendorong penerapan Perjanjian Kerja Laut (PKL) sebagai upaya perlindungan
              awak kapal perikanan dengan mensosialisasikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
              dan PKL di 11 pelabuhan perikanan di Jawa Tengah.

              Terkait peran pemerintah daerah dalam memastikan perlindungan awak kapal perikanan yang
              dalam UU Cipta Kerja telah dihapuskan denda pelanggaran oleh pengusaha, Provinsi Daerah
              Sulawesi Utara telah membentuk Forum Daerah Perlindungan Awak Kapal Perikanan melalui SK
              Gubernur Sulawesi Utara Nomor 117 Tahun 2020.

              Kepala Seksi Penegakan Hukum Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi
              Sulawesi Utara, Elric Takanasanakeng mengatakan, forum tersebut merupakan wadah kolaborasi
              antara instansi terkait di sektor Ketenagakerjaan, Kelautan dan Perikanan, serta Perhubungan
              untuk memastikan kondisi kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), PKL, dan akomodasi di
              atas kapal melalui kegiatan inspeksi bersama.

              Dosen Hukum Perburuhan Universitas Airlangga, Hadi Subhan menjelaskan, filosofi dari upah
              minimum adalah proteksi hak pekerja, jaringan pengaman sosial, dan produktivitas. Mendorong
              upah minimum artinya mendorong perlindungan hak asasi pekerja di sektor perikanan dengan
              cara adanya penetapan upah berbasis sektor perikanan.


              Sedangkan  Albert  Bonasahat  dari  Organisasi  Buruh  Internasional  (ILO)  menjelaskan,  upah
              minimum untuk awak kapal perikanan juga diterapkan di negara lain seperti Thailand. "Untuk itu
              penting bagi pemerintah Indonesia mulai memikirkan penetapan upah sektoral bagi awak kapal
              perikanan sebagai bagian dari perlindungan," kata Albert.

              "Dengan  berlakunya  UU  Cipta  Kerja, kami  berharap  ada  kepastian  hukum  dan  implementasi
              perbaikan kesejahteraan awak kapal perikanan dan nelayan buruh, yang dimulai dari upah yang
              layak," tambah Direktur SAFE Seas Project, Nono Sumarsono.
                                                           30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36