Page 281 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 281

"PPKM DARURAT DIPERPANJANG JIKA PEMERINTAH SIAP BERI MAKAN RAKYAT"

              Ketua  Asosiasi  Serikat  Pekerja  (ASPEK)  Indonesia  Mirah  Sumirat  meminta  Pemerintah  untuk
              mempertimbangkan  kembali  rencana  memperpanjang  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan
              Masyarakat (PPKM) darurat hingga akhir Juli 2021.

              "Jangan memperpanjang PPKM Darurat, kecuali jika Pemerintah siap untuk memberikan bantuan
              pangan yang mencukupi kepada rakyat menengah bawah yang terdampak," jelas dia dalam
              keterangan resmi Senin (19/7/2021).

              Mirah Sumirat mengungkapkan PPKM Darurat yang sudah diberlakukan sejak 3 Juli 2021 telah
              berdampak pada menurunnya ekonomi rakyat secara drastis. Banyak perusahaan yang kesulitan
              dalam berbisnis, yang berakibat pada terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK)
              secara massal.

              Ia  menjelaskan,  saat  ini  memang  perusahaan  tidak  melakukan  PHK,  akan  tetapi  banyak
              perusahaan yang merumahkan pekerjanya dan tidak membayar upah sesuai yang seharusnya.

              "Saat ini, masyarakat yang semula berada di kelas menengah juga mulai terdampak karena ada
              yang di-PHK dan ada yang dipotong upahnya. Bisa dibayangkan, jika kelas menengah saja sudah
              mulai kesulitan, bagaimana masyarakat yang di kelas bawah? Pemerintah harus benar-benar
              mempersiapkan dan menyalurkan bantuan pangan jika ingin memperpanjang PPKM Darurat,"
              jelas dia.

              Pihaknya juga menyoroti pelaksanaan PPKM Darurat yang dilaksanakan sejak 3 Juli 2021, yang
              dinilai tidak efektif. Di lapangan, masih ada sikap arogan petugas kepada rakyat dan pedagang
              kecil. Hal yang perlu diantisipasi oleh petugas adalah mengatur agar tidak terjadi kerumunannya,
              bukan malah menutup atau mengintimidasi pedagang yang sedang mencari rezeki.

              "Kami meminta Pemerintah untuk serius dalam melindungi hak kesehatan dan hak hidup layak
              seluruh rakyat Indonesia, antara lain dengan memberikan bantuan pangan untuk seluruh rakyat
              yang terdampak pandemi, antara lain rakyat menengah ke bawah dan orang lanjut usia," terang
              dia.

              Selain itu, Aspek juga meminta pemerintah memberikan subsidi upah bagi seluruh rakyat yang
              terdampak, antara lain untuk para korban PHK, pekerja yang dirumahkan dan pekerja yang tidak
              dibayar upahnya.

              "Berikan bantuan sosial dan modal untuk pedagang usaha kecil dan menengah yang terdampak.
              Berikan  bantuan  biaya  pendidikan  untuk  anak-anak  yang  orang  tuanya  terdampak  pandemi
              Covid," jelas dia.

              Selain itu, buruh juga meminta untuk diberikan subsidi biaya pemeriksaan kesehatan kepada
              pekerja khususnya untuk swab antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR)

              Hal ini karena banyak perusahaan yang meminta pekerjanya untuk melakukan swab antigen dan
              PCR secara mandiri atau biaya sendiri. Persyaratan dari perusahaan ini tentunya akan semakin
              memberatkan  para  pekerja.  Sebab,  pekerja  sudah  dipotong  upahnya  namun  masih  harus
              menanggung biaya swab antigen atau PCR sendiri.










                                                           280
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286