Page 283 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 283

BURUH TOLAK PPKM DARURAT DIPERPANJANG, KECUALI.

              Asosiasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (Aspek  Indonesia)  menolak  rencana  Pemberlakuan
              Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kabarnya diperpanjang hingga akhir Juli
              2021. Kecuali, jika pemerintah siap memberikan bantuan kepada masyarakat.

              "Jangan memperpanjang PPKM Darurat, kecuali jika pemerintah siap untuk memberikan bantuan
              pangan yang mencukupi kepada rakyat menengah bawah yang terdampak," kata Presiden Aspek
              Indonesia, Mirah Sumirat dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Senin (19/7/2021).

              Mirah mengatakan PPKM Darurat yang sudah diberlakukan sejak 3 Juli 2021 itu telah berdampak
              pada  menurunnya  ekonomi  rakyat  secara  drastis.  Banyak  perusahaan  yang  kesulitan  dalam
              berusaha, sehingga mengancam terjadinya 'tsunami' pemutusan hubungan kerja (PHK).


              "Kalaupun  perusahaan  tidak  melakukan  PHK,  namun  banyak  perusahaan  yang  merumahkan
              pekerjanya dan tidak membayar upah sesuai yang seharusnya. Pada akhirnya, karena tidak lagi
              memiliki penghasilan, maka rakyat akan mengalami kemiskinan dan kelaparan," tuturnya.

              Masyarakat kelas menengah juga disebut terdampak adanya PPKM Darurat karena ada yang di-
              PHK dan dipotong upahnya. "Bisa dibayangkan, jika kelas menengah saja sudah mulai kesulitan,
              bagaimana masyarakat yang di kelas bawah? Pemerintah harus benar-benar mempersiapkan
              dan menyalurkan bantuan pangan jika ingin memperpanjang PPKM Darurat," pintanya.

              Atas dasar itu, Mirah minta pemerintah memberikan bantuan demi melindungi hak kesehatan
              dan hidup layak seluruh rakyat jika PPKM Darurat diperpanjang. Berikut yang diminta:

              1. Berikan bantuan pangan untuk seluruh rakyat yang terdampak pandemi, antara lain rakyat
              menengah ke bawah dan orang lanjut usia.

              2. Berikan subsidi upah bagi seluruh rakyat yang terdampak, antara lain untuk para korban PHK,
              pekerja yang dirumahkan dan pekerja yang tidak dibayar upahnya.

              3. Berikan bantuan sosial dan modal untuk peda

              gang usaha kecil dan menengah yang terdampak.

              4. Berikan bantuan biaya pendidikan untuk anak-anak yang orang tuanya terdampak pandemi
              COVID.

              5. Berikan subsidi biaya pemeriksaan kesehatan kepada pekerja khususnya untuk swab antigen
              dan  PCR  (Polymerase  Chain  Reaction).  Hal  ini  karena  banyak  perusahaan  yang  meminta
              pekerjanya untuk melakukan swab antigen dan PCR secara mandiri atau biaya sendiri.

              "Pandemi  COVID-9  dan  segala  dampaknya  memang  sangat  berat,  namun  pemerintah  tetap
              berkewajiban untuk dapat melindungi seluruh rakyatnya agar tidak jatuh pada jurang kemiskinan
              dan mengalami kelaparan," tutup Mirah.
















                                                           282
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288