Page 412 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 412

"Besok akan ada rapat kordinasi dengan dengan seluruh kepala dinas ketenagakerjaan dan tim
              Posko THR untuk tindak lanjut pengaduan serta merumuskan rencana tindak lanjut pengenaan
              sanksi," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5/2021).

              Sesuai dengan aturan, perusahaan yang melanggar akan dikenakan sanksi untuk membayar 5
              persen dari jumlah akumulatif THR yang mesti dibayarkan dan tetap wajib melunasi THR yang
              merupakan hak pekerja.

              Berdasarkan data Kemenaker periode 20 April - 12 Mei 2021, terdapat 2.897 laporan yang terdiri
              atas  692  konsultasi  dan  2.205  pengaduan  THR  keagamaan.  Setelah  dilakukan  verifikasi  dan
              validasi, pemerintah memperoleh 977 data aduan.

              Ida menjelaskan konsultasi mengenai THR menyangkut sejumlah permasalahan, di antaranya
              THR bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak, dirumahkan,
              mengalami penyesuaian upah, dan THR bagi pekerja yang berstatus hubungan kemitraan sepeti
              ojek online.
              Sementara  itu,  untuk  pengaduan  Kemenaker  terdiri  atas  pembayaran  THR  secara  dicicil,
              pembayaran THR hanya 50 persen, pembayaran tidak penuh akibat pemotongan gaji, THR tidak
              dibayarkan satu bulan gaji, dan tidak dibayar karna covid-19.

              Selanjutnya kata Ida, pemerintah melalui kemenaker melakukan verifikasi dan validasi data serta
              berkoordinasi  dengan  pemerintah  daerah,  instansi  terkait,  kenurunkan  pengawas,  dan
              merekomendasikan sanksi.

              Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Apindo)
              Adi  Machfudz  mengatakan  pelaku  usaha  meminta  tindakan  konkrit  dari  pemerintah  dengan
              memberikan subsidi bagi perusahaan yang tidak memiliki kemampuan membayar THR secara
              penuh sehingga beban yang ditanggung bisa terbagi.

              "Tidak semua perusahaan mampu. Kecuali, perusahaan besar yang sudah mencadangkan dana
              untuk  THR.  Untuk  yang  tidak  mampu,  ada  ruang  untuk  negosiasi.  Pengusaha  minta  ke
              pemerintah untuk hadir. Tidak hanya wacana, apalagi hanya berdalih dengan stimulus" jelasnya.

              Pemerintah,  jelasnya,  bisa  menyubsidi  30  persen  sisa  kewajiban  pembayaran  THR  oleh
              perusahaan. Intervensi konkrit tersebut dinilai sebagai langkah yang paling tepat untuk dilakukan
              pemerintah saat ini mengingat cukup banyak perusahaan yang harus mengambil langkah realistis
              dalam hal pembayaran THR tahun ini.

              Dia  mengatakan  saat  ini  terdapat  sebanyak  20-30  persen  perusahaan  yang  tidak  mampu
              membayarkan THR mengikuti regulasi yang berlaku. Terutama perusahaan yang bergerak di
              sektor pariwisata dan transportasi.





















                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417