Page 601 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 601

Ringkasan

              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  mengatakan  di  tengah
              pelarangan  mudik  yang  mengakibatkan  puluhan  juta  buruh  tidak  bisa  pulang  ke  kampung
              halamannya  masing-masing,  rasa  keadilan  dan  kebangsaan  kaum  buruh  terciderai  dengan
              maraknya TKA China dan India bisa masuk ke Indonesia bak melenggang kangkung, bahkan
              dengan mencarter pesawat.



              KSPI: THR, MUDIK, DAN TKA MERUGIKAN BURUH

              JAKARTA  -  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  mengatakan  di
              tengah pelarangan mudik yang mengakibatkan puluhan juta buruh tidak bisa pulang ke kampung
              halamannya  masing-masing,  rasa  keadilan  dan  kebangsaan  kaum  buruh  terciderai  dengan
              maraknya TKA China dan India bisa masuk ke Indonesia bak melenggang kangkung, bahkan
              dengan mencarter pesawat.

              "Ibaratnya  buruh  dikasih  jalan  tanah  yang  becek,  tetapi  TKA  diberi  karpet  merah  dengan
              penyambutan  yang  gegap  gempita  atas  nama  industri  strategis,"  ujar  Said  Iqbal,  kepada
              wartawan, Selasa (11/5/2021).

              Situasi ini, lanjut Said Iqbal, diperparah dengan pembayaran THR yang jauh panggang dari api.

              Menurutnya pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah hanya sekedar lip services.

              Sementara sanksi yang akan diberikan kepada perusahaan yang tidak membayar THR sesuai
              ketentuan sejauh ini hanya retorika dari Menteri.

              Bagi  buruh,  Said  Iqbal  mengatakan  datangnya  TKA  China  dan  India  dengan  menggunakan
              pesawat carteran di tengah pandemi adalah sebuah ironi yang menyakitkan dan menciderai rasa
              keadilan.
              Apalagi hal ini terjadi di saat jutaan pemudik yang menggunakan motor --bisa dipastikan mereka
              adalah buruh -- dihadang di perbatasan-perbatasan kota.

              "Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan
              makannya, di saat sebagian dari mereka uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,"
              tegasnya.

              Kedatangan TKA dari China dan India tersebut menegaskan fakta, bahwa omnibus law UU Cipta
              Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan bahwa pemerintah ingin memudahkan masuknya TKA
              China yang mengancam lapangan pekerjaan pekerja lokal.

              Padahal saat ini, rakyat Indonesia justru lebih membutuhkan pekerjaan, karena banyak yang
              ter-PHK akibat pandemi.

              "Itulah  sesungguhnya  tujuan  omnibus  law.  Tadinya  TKA  yang  masuk  ke  Indonesia  harus
              mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, sehingga TKA tidak mungkin bisa masuk ke
              Indonesia kalau belum mendapat surat izin tertulis," ujar Said Iqbal .
              "Fakta hari ini menjelaskan, berdasarkan omnibus law TKA yang masuk ke Indonesia tidak perlu
              menunggu memegang surat izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, tetapi cukup si perusahaan
              pengguna TKA melaporkan rencana kedatangan TKA tersebut (RPTKA)," imbuhnya.

              Akibatnya, jutaan buruh dilarang mudik bahkan disekat di perbatasan kota seperti warga kelas
              dua, tetapi TKA disambut sebagai warga kelas satu dengan alasan kebutuhan industri strategis.

                                                           600
   596   597   598   599   600   601   602   603   604   605   606