Page 606 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 606
Judul Buruh Meradang, Ratusan Perusahaan Tak Bayar THR
Nama Media bisnis.com
Newstrend Posko THR 2021
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20210511/12/1392897/buruh-
meradang-ratusan-perusahaan-tak-bayar-thr
Jurnalis Rezha Hadyan
Tanggal 2021-05-11 09:49:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengklaim ada ratusan perusahaan tidak membayar
Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan surat edaran Menteri Tenaga Kerja tentang THR.
Berdasarkan surat edaran Menteri Tenaga Kerja tentang THR, THR harus dibayar paling lambat
H-7, dibayar penuh, tidak dicicil, dan bilamana ada permasalahan maka harus dibayar H-1.
BURUH MERADANG, RATUSAN PERUSAHAAN TAK BAYAR THR
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengklaim ada ratusan perusahaan tidak
membayar Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan surat edaran Menteri Tenaga Kerja
tentang THR.
Berdasarkan surat edaran Menteri Tenaga Kerja tentang THR, THR harus dibayar paling lambat
H-7, dibayar penuh, tidak dicicil, dan bilamana ada permasalahan maka harus dibayar H-1.
Presiden KSPI Said Iqbal menyebut perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Jakarta,
Tangerang, Karawang, Cirebon, Batam, Banjarmasin, Medan, Deli Serdang, Boyolali, Brebes,
Pekalongan, Makasar, hingga Sumbawa.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor industri alih daya (outsourcing) PLN, tekstil,
garmen, sepatu, makanan dan minuman, serta industri padat karya lainnya.
"Kasus-kasus pembayaran THR yang tidak sesuai dengan Surat Edaran Menaker bisa dijumpai
di PT Pan Brothers Tbk. di Boyolali, PT Agung Pelita Industrindo di Brebes, perusahaan tekstil di
Pekalongan, dan seluruh mayoritas outsourcing PLN di seluruh Indonesia serta perusahaan-
perusahaan lain," katanya melalui keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis pada Selasa
(11/5/2021).
Iqbal mengungkapkan seluruh perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan Surat
Edaran Menaker tergolong mampu atau tidak mengalami masalah akibat pandemi Covid-19.
Perusahaan tersebut juga masih beroperasi hingga saat ini.
605

