Page 602 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 602

Padahal boleh jadi TKA China dan India yang masuk ke Indonesia tersebut adalah buruh kasar
              (unskill  workers)  yang  bekerja  di  industri-industri  konstruksi,  perdagangan,  baja,  tekstil,
              pertambangan  nikel,  dan  industri-industri  lain,  yang  semestinya  bisa  merekrut  buruh  lokal
              Indonesia.

              Said Iqbal mengaku heran, yang selalu membantah dan membela keberadaan para TKA China
              tersebut adalah para pejabat Republik Indonesia, bukan perusahaan pengguna TKA tersebut.

              Selain  itu  juga  tidak  pernah  dijelaskan,  di  perusahaan  mana  saja  (nama  PT-nya)  para  TKA
              tersebut bekerja.

              Oleh karena itu, KSPI dan buruh Indonesia menuntut stop mendatangkan TKA China dan negara
              lainnya ke Indonesia, terutama di masa pandemi dengan alasan apapun.

              "Janganlah hukum tajam ke buruh Indonesia tetapi tumpul ke TKA China. Batalkan omnibus law
              UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan. Khususnya pasal tentang TKA dikembalikan bunyinya
              menjadi, "Setiap TKA yang datang ke Indonesia wajib mendapatkan izin tertulis dari Menteri
              Tenaga Kerja," ungkapnya.

              Di samping itu, Said Iqbal menyampaikan, berdasarkan posko pengaduan THR yang dibentuk
              oleh KSPI, tercatat bahwa ada ratusan perusahaan yang tidak membayar THR sesuai dengan
              surat edaran Menaker tentang THR, yaitu THR harus dibayar paling lambat H-7, dibayar penuh,
              tidak dicicil, dan bilamana ada permasalahan maka harus dibayar H-1.

              Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Jakarta, Tangerang, Karawang, Cirebon, Batam,
              Banjarmasin, Medan, Deli Serdang, Boyolali, Brebes, Pekalongan, Makasar, hingga Sumbawa.

              Perusahaan  tersebut  bergerak  di  sektor  industri  outsourcing  PLN,  tekstil,  garmen,  sepatu,
              makanan dan minuman, serta industri padat karya lainnya.
              Padahal perusahaan tersebut mampu dan masih beroperasi.

              Tetapi sejauh ini tidak ada tindakan terhadap perusahaan yang tidak membayar THR sesuai
              dengan ketentuan tersebut.

              "Kasus-kasus pembayaran THR yang tidak sesuai dengan suarat edaran Menaker bisa dijumpai
              di  PT Pan  Brothers  di  Boyolali,  PT  Agung Pelita  Industrindo  di  Brebes, perusahaan  tekstil di
              pekalongan,  dan  seluruh  mayoritas  outsourcing  PLN  di  seluruh  Indonesia  serta  perusahaan-
              perusahaan lain. Hal ini menjelaskan ketidakmampuan Menaker menegakkan aturan tentang
              THR," tegas Said Iqbal .

              "Sudahlah mudik dilarang, TKA dibiarkan masuk melenggang kangkung ke Indonesia di tengah
              pandemi dan lip services atau hanya pemanis bibir tentang pembayaran THR," imbuhnya.

              "KSPI  mendesak  pemerintah  bersikap  adil,  menegakkan  aturan,  dan  menunjukkan
              keberpihakannya terhadap kepentingan nasional para buruh lokal, bukan TKA," pungkasnya.















                                                           601
   597   598   599   600   601   602   603   604   605   606   607