Page 212 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 212

"Pemerintah itu memberikan rambu-rambu, arahan tapi sesungguhnya akan sangat baik jika
              dilakukan di internal perusahaan," katanya.
              Untuk diketahui, Surat Edaran (SE) pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6
              Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
              yang ditandatangani pada tanggal 12 April 2021 itu ditujukan kepada para gubernur di seluruh
              Indonesia. "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum
              hari raya keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," ujarnya.

              Adapun dalam pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan
              juga  diberikan  kepada  pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu
              (PKWT).

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi
              pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang
              dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi
              12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang  diterima  selama  12  bulan  terakhir  sebelum  hari  raya  keagamaan.  Sedangkan  bagi
              pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Menaker Ida juga mengatakan, perayaan Idul Fitri kali ini merupakan tahun kedua di tengah
              pandemi COVID-19. Untuk itu semua pihak harus benar-benar menaati peraturan yang dibuat
              pemerintah, seperti jalankan protokol kesehatan dan tidak mudik.
              "Ini tahun kedua merayakan Idul Fitri dalam pandemi COVID-19. Cara kita menunjukkan kasih
              sayang, bakti kepada orang tua dengan cara kita tidak membawa virus kepada mereka. Mudah-
              mudahan tahun depan tidak dalam kondisi seperti ini lagi," pungkasnya. (akr).
































                                                           211
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217