Page 209 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 209
"Pemerintah itu memberikan rambu-rambu, arahan tapi sesungguhnya akan sangat baik jika
dilakukan di internal perusahaan," ucap Menteri Ida.
Surat Edaran (SE) pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2021
tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan
Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE yang ditandatangani pada tanggal
12 April 2021 itu ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.
"Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," ujarnya.
Adapun dalam pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan
juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha
berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu
(PKWT).
Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar satu bulan upah. Sementara bagi
pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus, tetapi kurang
dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi
12 bulan kemudian dikali satu bulan upah.
Adapun bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah
mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Sedangkan bagi
pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung
berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Sanksi Tegas Di Depan Mata Bagi Perusahaan Yang Belum Bayar THR Karyawan Menteri Ida
juga mengatakan, perayaan Idul Fitri kali ini merupakan tahun kedua di tengah pandemi Covid-
19. Untuk itu semua pihak harus benar-benar menaati peraturan yang dibuat pemerintah, seperti
jalankan protokol kesehatan dan tidak mudik.
"Ini tahun kedua merayakan Idul Fitri dalam pandemi Covid-19. Cara kita menunjukkan kasih
sayang, bakti kepada orang tua dengan cara kita tidak membawa virus kepada mereka. Mudah-
mudahan tahun depan tidak dalam kondisi seperti ini lagi," pungkasnya. EDITOR: RUSLAN
TAMBAKTag: THR KETENAGAKERJAAN LEBARAN.
208

