Page 205 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 205

Ringkasan

              Menteri  Tenaga  Kerja  Ida  Fauziah  Jakarta,  law-justice.co  -  Penanganan  laporan  tentang
              Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Lebaran  2021  sudah  terselesaikan  hingga  97  persen.  Laporan
              tersebut terhitung dari 20 April hingga 5 mei 2021. "Alhamdulillah kami sudah selesaikan 97
              persen, tiga persen sedang proses. Per 20 April hingga 5 Mei 2021, konsultasi THR ada 543
              laporan dan pengaduan ada 739 laporan," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Sabtu
              (8/5/2021).



              KEMNAKER KLAIM TUNTASKAN 97 PERSEN ADUAN THR, SISANYA MASIH PROSES

              Menteri  Tenaga  Kerja  Ida  Fauziah  Jakarta,  law-justice.co  -  Penanganan  laporan  tentang
              Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Lebaran  2021  sudah  terselesaikan  hingga  97  persen.  Laporan
              tersebut terhitung dari 20 April hingga 5 mei 2021.

              "Alhamdulillah kami sudah selesaikan 97 persen, tiga persen sedang proses. Per 20 April hingga
              5 Mei 2021, konsultasi THR ada 543 laporan dan pengaduan ada 739 laporan," kata Menteri
              Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Sabtu (8/5/2021).

              Dia menjelaskan posko THR tidak hanya di Kementerian Ketenagakerjaan saja, tapi ada di 34
              provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selain itu layanan yang disediakan bukan hanya
              tatap muka, namun secara online atau lewat call center 1500 630.
              "Jadi teman-teman buruh atau pengusaha yang ingin berkonsultasi menyampaikan pengaduan,
              tidak hanya dilakukan di Kemnaker tapi bisa di seluruh provinsi," kata dia.

              "Karena pandemi layanan bisa dilakukan melalui call center. Memang ada layanan tatap muka
              tapi teman-teman lebih suka layanan online atau call center," imbuh Menteri Ida.

              Mantan anggota DPR itu juga mengungkapkan jika karyawan atau buruh berhak mengetahui
              kondisi keuangan.  Hal  tersebut  untuk  mengetahui  apakah  perusahaan  menghalami  kesulitan
              finansial, terlebih di masa pandemi.

              "Sebenernya untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehat atau tidak maka bisa dibaca
              dari laproan keuangan. Di situ bisa dilihat aset, modal, penjualan, keuntungan, biaya. Semua
              yang ada di perusahaan berhak mengetahuinya, termasuk pekerja atau buruh," ujar dia.

              Menurutnya,  jika  ada  perusahaan  yang  kesulitan  dalam  membayar  gaji  atau  THR.  Maka
              perusahaan harus menyampaikan laporan keuangan selama dua tahun ke belakang.

              "Dari situ, kami minta dilakukan dialog secara bipartite, antara pengusaha dan pekerja dilakukan
              secara kekeluargaan, secara terbuka. Dialog sosial itu kunci," jelas Menteri  Ida.

              Politisi  PKB  itu  mengatakan,  banyak  persoalan-persoalan  rumit  bisa  terselesaikan  karena
              dilakukan  dialog  secara  kekeluargaan.  Dialog  sosial  sangat  efektif  untuk  menatasi  berbagai
              persoalan di perusahaan.


              "Pemerintah itu memberikan rambu-rambu, arahan tapi sesungguhnya akan sangat baik jika
              dilakukan di internal perusahaan," ucap Menteri Ida.

              Surat  Edaran  (SE)  pelaksanaan  THR  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  (PP)  No.  36/2021
              tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE yang ditandatangani pada tanggal
              12 April 2021 itu ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.


                                                           204
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210