Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 201
waktu tertentu, mencegah pekerja anak dan melindungi pekerja perempuan dari tindakan
kekerasan.dimana seluruh persoalan tersebut sering diangkat untuk menyerang sawit.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
Musdhalifah Machmud mengatakan, perubahan yang tertuang dalam UU Cipta Kerja idealnya
disikapi positif oleh pelaku usaha dan pekerja.
Implementasi regulasi akan meningkatkan daya saing Indonesia, kemudahan perizinan dan
membuka peluang ekspor.
"UU Cipta Kerja akan meningkatkan penerimaan produk sawit Indonesia di pasar global dan
memperkuat citra positif kelapa sawit berkelanjutan termasuk dengan menerapkan kewajiban
ISPO yang telah mengadopsi 12 target SDGs dari 17 target," ujar dia dalam diskusi Bedah UU
Cipta Kerja, di Jakarta, belum lama ini.
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan industri sawit selama tiga tahun terakhir
menghadapi gempuran kampanye negatif yang berkaitan dengan ketenagekerjaan.
Kampanye negatif memakai isu orang hutan dan lingkungan tetapi sekarang isunya beralih ke
pekerja perempuan dan anak, ia menyarankan perlunya pemanfaatan UU Cipta Kerja untuk
memperbaiki keadaan dan mengurangi risiko atas kampanye negatif.
Terdapat tiga prasyarat yang perlu dijalankan pelaku usaha untuk mengadopsi UU Cipta Kerja
yaitu pelaku usaha dan pekerja menyamakan persepsi terhadap UU Cipta Kerja dan peraturan
pelaksana, pembinaan hubungan industrial menjadi prioritas tidak ada pilihan lain bahwa
pemberi kerja dan pekerja harus harmonis dan pelaku usaha harus memperbaiki praktik
ketenagakerjaan yang baik sesuai regulasi.
Sekretaris Eksekutif Jejaring/Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia, Nursanna Marpaung
mengatakan pihaknya telah membangun kerjasama yang baik dengan Gapki sejak 2017 melalui
serangkaian kegiatan seperti pelatihan dan workshop bersama di beberapa wilayah dan riset
tentang pekerja perempuan.
Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id).
200

