Page 227 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 227

MENAKER MINTAN KEPALA DAERAH BANTU SELESAIKAN PENGADUAN THR DI
              DAERAH
              BATAMTODAY.COM,  Jakarta  -  Mendekati  lebaran  tahun  2021,  Kementerian  Ketenagakerjaan
              (Kemnaker) terus memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan
              pembayaran  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  bagi  pekerja/buruh  berjalan  lancar  dan  sesuai
              ketentuan.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah  meminta  para  Gubernur,  Wali  Kota,  dan
              Bupati untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk
              ke Posko THR yang telah dibentuk, serta tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya
              bila terjadi pelanggaran aturan THR.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita  perkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  terhadap  pelanggaran  aturan  THR,"
              ujarnya, di Jakarta, Jumat (07/05/2021), seperti dikutip laman Setkab RI.
              Posko THR Keagamaan 2021 Kemnaker mencatat, terdapat 1.569 laporan yang masuk selama
              kurun waktu 20 April hingga 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan
              899 pengaduan THR.

              Berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya ritel,
              jasa  keuangan  dan perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,  serta  industri
              makanan dan minuman.

              Beberapa  permasalahan  yang  diadukan  antara  lain  THR  tidak  dibayar  sama  sekali,  dibayar
              sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar bukan dalam
              bentuk uang, serta perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi Covid-19.

              Sekretaris  Jenderal  (Sekjen)  Kemnaker,  Anwar  Sanusi  mengatakan,  Kemnaker  mengerahkan
              pengawas  ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR tersebut.

              "Kita  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR. Ditjen Binwasnaker dan K3 telah
              melakukan  koordinasi  dengan  seluruh  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan,  pengawas
              ketenagakerjaan, dan mediator di seluruh Indonesia melalui virtual untuk mengkoordinasikan
              langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR," ujar Anwar.

              Sekjen Kemnaker juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak Covid-19 dan
              tidak mampu memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Lebih lanjut, Anwar mengingatkan kepada pengawas ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika
              terdapat perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum hari raya, maka
              harus  ada  kesepakatan  tertulis  bipartit  antara  pengusaha  dan  pekerja  untuk  jangka  waktu
              pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              dua  tahun  terakhir  dan  memuat  waktu  pembayaran  THR  keagamaan  dengan  syarat  paling
              lambat dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya. "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai
              kesepakatan dan/atau kesepakatan pembayaran THR di bawah ketentuan perundang-undangan,
              maka  pengawas  akan  melakukan  pengawasan  pelaksanaan  pembayaran  THR,  berupa  nota
              pemeriksaan     sampai    dengan     rekomendasi    kepada     pejabat    berwenang     pada
              kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi administratifnya," ujarnya.
                                                           226
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232