Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 230

MENDEKATI LEBARAN TAHUN 2021 KEMNAKER TERUS MENGAWASI PEMBAYARAN
              THR
              Jakarta - Mendekati hari Lebaran Tahun 2021, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus
              memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk  memastikan  pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja/buruh berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para gubernur, wali kota, dan bupati
              untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko
              THR yang telah dibentuk, serta tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi
              pelanggaran aturan THR."Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi
              terkait THR, maka sekarang kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap
              pelanggaran aturan THR," ujarnya, di Jakarta, Jumat (07/05/2021).

              Posko THR Keagamaan 2021 Kemnaker mencatat, terdapat 1.569 laporan yang masuk selama
              kurun waktu 20 April hingga 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan
              899 pengaduan THR. Berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR
              2021  di  antaranya  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat
              kesehatan, serta industri makanan dan minuman.

              Beberapa  permasalahan  yang  diadukan  antara  lain  THR  tidak  dibayar  sama  sekali,  dibayar
              sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar bukan dalam
              bentuk uang, serta perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-19.

              Sekretaris  Jenderal  (Sekjen)  Kemnaker  Anwar  Sanusi  mengatakan,  Kemnaker  mengerahkan
              pengawas  ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR tersebut.

              "Kita  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR. Ditjen Binwasnaker dan K3 telah
              melakukan  koordinasi  dengan  seluruh  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan,  pengawas
              ketenagakerjaan, dan mediator di seluruh Indonesia melalui virtual untuk mengkoordinasikan
              langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR," ujar Anwar.

              Sekjen Kemnaker juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan
              tidak mampu memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Lebih lanjut, Anwar mengingatkan kepada pengawas ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika
              terdapat perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum hari raya, maka
              harus  ada  kesepakatan  tertulis  bipartit  antara  pengusaha  dan  pekerja  untuk  jangka  waktu
              pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              dua  tahun  terakhir  dan  memuat  waktu  pembayaran  THR  keagamaan  dengan  syarat  paling
              lambat dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya.


              "Dalam  hal  THR  keagamaan  tidak  dibayar  sesuai  kesepakatan  dan/atau  kesepakatan
              pembayaran THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan
              pengawasan  pelaksanaan  pembayaran  THR,  berupa  nota  pemeriksaan  sampai  dengan
              rekomendasi  kepada  pejabat  berwenang  pada  kementerian/lembaga  atau  daerah  setempat
              untuk pengenaan sanksi administratifnya," ujarnya.





                                                           229
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235