Page 257 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 257

Ida  mengungkapkan,  memasuki  periode  H-7  Lebaran,  Kemnaker  memperkuat  aspek
              pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan pembayaran THR bagi pekerja/buruh
              berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

              Untuk  itu,  ia  meminta  gubernur,  wali  kota,  dan  bupati  untuk  turun  tangan  langsung  dalam
              menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR yang telah dibentuk, serta tak
              segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya apabila ada yang melanggar.

              Posko THR Keagamaan 2021 Kemnaker menerima 1.569 laporan selama 20 April-6 Mei 2021.
              Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021, di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dll.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain, THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi Covid-19.

              Sementara  itu,  Sekjen  Kemnaker,  Anwar  Sanusi,  mengatakan  Kemnaker  mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kami  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian  langsung
              berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  ketenagakerjaan  untuk  memerintahkan  pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," ujarnya.

              Anwar  juga  menyampaikan  bagi  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  dan  tidak  mampu
              memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran
              THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Ia juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.
              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," jelasnya.

              Pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan wajib membayar denda sebesar 5 persen
              dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk
              membayar.

              Pengusaha yang tidak membayar THR dalam waktu yang ditentukan juga dapat dikenakan sanksi
              administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sanksi tersebut dapat berupa
              teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat
              produksi, serta pembekuan kegiatan usaha.





                                                           256
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262