Page 28 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 28

RIBUAN BURUH DEMO MINTA THR TIDAK DICICIL

              Diduga karena Tunjangan Hari Raya (THR) belum cair, Ribuan buruh PT Teodor Pan Garmindo
              menggeruduk kantor perusahaan di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (08/05).

              Massa  buruh  yang  tergabung  dalam  DPC  Serikat  buruh  sejahtera  Indonesia  (SBSI92)  ini
              menuntut agar perusahaan segera membayar THR. Selain itu, mereka juga menuntut supaya
              pihak perusahaan dalam membayar THR tidak dicicil. Seperti halnya pada Lebaran tahun lalu.

              "Kami  menyampaikan  aspirasi  ini  karena  karyawannya  menuntut  hak  THR.  Selain  itu,  dari
              informasi bahwa pihak perusahaan akan memberikan THR secara mencicil," ujar Ketua DPC SBSI
              92 Priangan Timur, Deni Hendra Komara kepada wartawan, Minggu (09/05).

              Sedangkan  permohonan  lainnya  dari  karyawan,  terang  dia,  sesuai  dengan  aturan  dan
              perundang-undangan yang berlaku bahwa tahun ini berbeda dengan tahun lalu soal THR. Yaitu
              tak boleh dicicil.

              "Demo  ini  akhirnya  tidak  ada  kesepakatan.  Karena  permasalahan  THR  ini  bukan  lagi
              permasalahan antara pihak perusahaan dengan karyawan. Namun, regulasinya ini ditangani oleh
              Provinsi Jabar," terangnya.

              Deni  menambahkan,  Wagub  Jabar  dan  Dinas  Tenaga  Kerja  Provinsi  dari  pengawas
              ketenagakerjaan, sudah sidak ke PT Theodor belum lama ini. Sementara menurut Wagub Jabat
              permasalahan tersebut sudah ditangani pihak provinsi
              "Tuntutan kami itu agar pihak perusahaan memberikan hak para buruh. Yang mana hak THR
              setahun sekali. Boleh lah THR tahun kemarin dengan cara mencicil. Tapi, kalau sekarang ada
              permohonan dari para buruh agar pembayaran THR secara sekaligus," tambahnya.

              Sementara itu, General Manager (GM) PT Theodor Pan Garmindo, Nurdin Setiawan beberapa
              waktu lalu mengakui, bahwa perusahaannya mengalami kendala selama pandemi Covid-19.

              Pasalnya, barang-barang dari perusahaan garmen asal Tasik ini tertahan di luar. Hal tersebut
              lantara adanya kebijakan lockdown, sehingga tidak ada pemasukan ke perusahaan.

              "Jika kita satukan antara THR dan honor, maka kami harus mengeluarkan kurang lebih Rp 7
              miliar.  Bahkan,  untuk  THR  saja  angkanya  mencapai  Rp  2,3  miliar"  katanya,  (rezza
              rizaldi/radartasikcom)

              caption:

              DEMO: Ribuan buruh demo minta RHR tidak dicicil.






















                                                           27
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33