Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 31
Selain itu, perjalanan yang memakan waktu dari negara penempatan ke Indonesia akari
meningkatkan potensi penularan Covid-19 kepada para PMI. Jika mudik telah usai, akan ada
kemungkinan negara penempatan tidak memperbolehkan para pekerja Indonesia untuk masuk
kembali.
Jika diperbolehkan untuk lolos, tentu saja harus mengantongi persyaratan yang sangat ketat,
seperti melakukan tes PCR dan karantina selama beberapa pekan.
Karena itu, Ida meminta kepada para pekerja migran untuk tetap bersabar dan memanfaatkan
teknologi untuk berkomunikasi dengan keluarga di ruang virtual untuk merayakan Idul Fitri 2021.
Seperti halnya Satgas,Menaker juga telah mengeluarkan edaran No. M/7/HK.04/2021 tentang
Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah bagi Pekerja/Buruh dan
PMI dalam Upaya Pengendalian Penyebaran virus corona.
Dalam edaran yang ditujukan kepada para Gubernur dan berbagai pihak terkait itu, Menaker
menghimbau agar pekerja swasta dan PMI tidak melakukan mudik selama periode 6-17 Mei
2021. Hal itu sesuai dengan larangan yang telah dikeluarkan pemerintah sebelumnya.
Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan,
bahwa tidak mudik lebaran pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang sama dengan berjihad
untuk kemanusiaan.
Ia mengatakan bahwa dalam keadaan pandemi seperti saat ini, orang-orang menghadapi dua
risiko, yaitu menularkan virus atau * tertular virus, dan keduanya adalah hal yang sama-sama
berbahaya bagi keselamatan manusia. Zainut menuturkan, tidak mudik lebih baik, karena mudik
akan membahayakan saudara dan keluarga. Dirinya menututurkan, bahwa peningkatan mobilitas
warga pada masa libur panjang, termasuk pada masa mudik, biasanya diikuti dengan
peningkatan kasus penilaian Covid-19. Oleh karena itulah, pemerintah memberlakukan kebijakan
larangan mudik, guna mencegah terjadinya lonjakan penurunan virus corona.
Pada kesempatan berbeda, Haedar Natsir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,
mengatakan bahwa menunda mudik adalah wujud empati terhadap tenaga-tenaga kesehatan
yang masih berjuang di rumah sakit dan para relawan dalam menghadapi Covid-19. Dirinya
justru berkata, bahwa memilih untuk tidak mudik pada masa pandemi Covid-19 adalah bagian
dari kesalehan.
Regulasi tentang pelarangan mudik telah diterbitkan melalui, surat edaran, terbitaya surat ini
tentu saja menjadi pertanda bahwa pandemi belum berakhir, sehingga kita tetap harus
mematuhi protokol kesehatan dan menunda untuk mudik
30

