Page 290 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 290

"Terserah pemerintah, kan katanya ada sanksi. Silakan saja pemerintah yang urus karena ini
              sudah di luar kemampuan kami," kata Anton dihubungi di Jakarta.
              Menurut Anton. berdasarkan keputusan pemerintah melalui Surat Edaran Menaker RI Nomor
              M/6/HK.04/IV/ 2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun
              2021  Bagi  Pekerja/Buruh  di  Perusahaan,  pembayaran  THR  harus  sesuai  dengan  ketentuan
              perundangan-undangan. yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 36Tahun 2021 tentang Pengupahan
              dan Peraturan Menaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Bagi  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  dan  tidak  mampu  memberikan  THR  2021  sesuai
              dengan waktu yang telah ditentukan, dalam edaran tersebut mewajibkan pengusaha melakukan
              dialog dengan pekerja untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan
              dengan itikad baik dan berdasarkan laporan keuangan internal.

              Hasil  dari  dialog  tersebut  harus  dilaporkan  ke  Dinas  Ketenagakerjaan  setempat  dengan
              pemberian THR paling lambat dilakukan sehari sebelum hari raya keagamaan. Terdapat sanksi
              bila terlambat atau bahkan tidak membayar THR tersebut.

              "SE Menaker menyebutkan bahwa tidak memberikan peluang bagi yang tidak mampu. Itu hanya
              menekankan, bagi yang mampu minimal 1 minggu sebelum Lebaran harus bayar. Yang tidak
              mampu harus lapor ke pemda, tapi paling lambat 1 hari sebelum Lebaran harus bayar. Jadi tidak
              ada kata lain, harus bayar." katanya. (Ant)


















































                                                           289
   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295