Page 289 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 289

PR SOROTI TERSENDATNYA PEMBAYARAN THR SWASTA

              Anggota Komisi X DPR RI Obon Tabroni menyoroti masih banyak ditemukan fenomena belum
              bayar Tunjangan Hari Raya (THR) oleh sektor swasta kepada para pekerja mereka.

              Obon Tabroni dalam rilis di Jakarta, Jumat (7/5), mengingatkan selama ini pemerintah sudah
              banyak  memberikan  insentif  dan  stimulus  kepada  sektor  swasta,  sehingga  tidak  adil  jika
              kewajiban THR diabaikan oleh perusahaan-perusahaan.

              Selain itu, ujar dia, THR selain dapat membantu kehidupan pekerja selama pandemi, juga bisa
              menjadi  roda  penggerak  perekonomian  lantaran  biasanya  digunakan  sebagai  bagian  dari
              konsumsi menjelang Idul Fitri.

              "Ini jadi kewajiban lembaga legislatif untuk mengawasi jalannya peraturan dari pemerintah itu,
              bersama-sama mengontrol situasi ini," sebut Obon.
              Senada Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan masih marak persoalan
              pembayaran  THR  yang  tersendat.  Untuk  itu  Didi  mengingatkan  agar  pemerintah  dapat
              menegakkan peraturan kewajiban pembayaran THR oleh sektor swasta dengan tegas.

              Sebagaimana  diwartakan,  Ombud-sman  Republik  Indonesia  (ORI)  meminta  perusahaan-
              perusahaan di Tanah Air agar bersikap transparan soal laporan keuangan selama dua tahun
              terakhir kepada buruh, pekerja, atau karyawan, bila terkendala membayar THR.

              "Perusahaan  harus  transparan  menunjukkan  laporan  keuangan  kepada  karyawan  apabila
              memang kondisi keuangan sedang sulit," kata anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng
              di Jakarta. Rabu (5/5).

              Dengan  bersikap  transparan,  kata  dia,  buruh  akan  mengetahui  apakah  perusahaan  tersebut
              betul-betul kesulitan dalam hal keuangan atau hanya sebatas akal-akalan untuk menunda atau
              tidak membayar kewajiban kepada karyawan.

              Kendati  demikian,  dia  mengatakan  apakah  perusahaan-perusahaan  di  Tanah  Air  betul-betul
              masih kesulitan. Padahal, pemerintah telah memberikan sejumlah bantuan atau relaksasi untuk
              mendorong percepatan roda perekonomian.

              Menurut  dia,  jika  perusahaan  bersikap  transparan  dan  memang  dalam  keadaan  sulit  secara
              finansial,  para  buruh  akan  memahaminya.  Sebelumnya,  Sekretaris  Jenderal  Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengapresiasi ketaatan perusahaan yang membayar
              THR 2021, sebagai langkah awal pemulihan dampak pandemi.

              Menurut  Anwar  berbagai  langkah  sudah  dilakukan  pemerintah,  termasuk  Kemnaker,  untuk
              mendorong  pemulihan  bersama  dalam  bentuk  memberikan  insentif,  fasilitasi  dan  berbagai
              keringanan pajak.

              Kemnaker  sendiri  juga  terlibat  dalam  berbagai  inisiatif  untuk  meningkatkan  kesejahteraan
              pekerja itu. termasuk Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja terdampak pandemi pada
              2020.

              Pengakuan Kadin

              Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J.
              Supit mengakui pengusaha di sejumlah sektor masih kesulitan untuk bisa membayar Tunjangan
              Hari Raya (THR) penuh bagi para karyawannya.

              Ia  pun  mengaku  pasrah  jika  nantinya  ada  perusahaan  yang  dikenakan  denda  dan  sanksi
              administratif sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.
                                                           288
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294