Page 303 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 303

Ringkasan

              Anggota  DPR  RI  Obon  Tabroni  bereaksi  ketika  mendapat  kabar  terkait  dengan  adanya
              perusahaan alih daya di lingkungan BUMN yang terindikasi tidak membayar THR secara penuh.
              Disampaikan Obon Tabroni, pihaknya menerima pengaduan dari sejumlah pekerja outsorcing di
              lingkungan PLN yang tidak membayar THR secara penuh. "Per tanggal 4 Mei 2021 para pekerja
              outsourcing di PLN dari berbagai daerah sudah menerima THR. Namun THR yang diterima tidak
              sesuai dengan upah yang biasa diterima setiap bulannya. Padahal dalam ketentuannya, pekerja
              yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun besarnya THR yang seharusnya diterima adalah 1
              bulan upah secara full (tidak dipotong)," kata Obon, Sabtu (8/5).



              ANGGOTA DPR: PERUSAHAAN BUMN HARUSNYA BERI CONTOH DALAM MEMBAYAR
              THR

              Anggota  DPR  RI  Obon  Tabroni  bereaksi  ketika  mendapat  kabar  terkait  dengan  adanya
              perusahaan alih daya di lingkungan BUMN yang terindikasi tidak membayar THR secara penuh.
              Disampaikan Obon Tabroni, pihaknya menerima pengaduan dari sejumlah pekerja outsorcing di
              lingkungan PLN yang tidak membayar THR secara penuh.

              "Per tanggal 4 Mei 2021 para pekerja outsourcing di PLN dari berbagai daerah sudah menerima
              THR. Namun THR yang diterima tidak sesuai dengan upah yang biasa diterima setiap bulannya.
              Padahal dalam ketentuannya, pekerja yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun besarnya THR
              yang seharusnya diterima adalah 1 bulan upah secara full (tidak dipotong)," kata Obon, Sabtu
              (8/5).

              Merujuk  pada  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  6/2016  Pasal  3  ayat  1  huruf  (a),
              "Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus
              atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah". Kemudian pada Ayat 2 pengertian upah 1
              (satu)  bulan  adalah  upah  tanpa  tunjangan  yang  merupakan  upah  bersih  atau  upah  pokok
              termasuk tunjangan tetap.

              Hal ini juga dipertegas lagi pada Surat Edaran Mentri Ketenagakerjaan No. M/6/HK.04/IV/2021
              pada No.2 huruf (a) bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara
              terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.

              Karena itu, Obon meminta agar perusahaan di lingkungan BUMN, membayar THR secara penuh.
              Khususnya kepada pekerja alih daya outsourcing.

              "Harusnya perusahaan di lingkungan BUMN yang notabene milik negara menjadi contoh baik
              dalam pembayaran THR dan hak-hak buruh yang lainnya," kata dia.

              Sekretaris Tim Nasional OS PLN (SPEE-FSPMI) Machbub menduga, permasalahan ini bermula
              dari dikeluarkannya Perdir PLN No. 0219 yang dibuat oleh PLN sebagi rujukan para vendor-
              vendor dalam perhitungan pembayaran THR.

              "Perdir  tersebut  berusaha  menghilangkan  2  komponen  upah  berupa  Tunjangan  Tetap  yaitu
              Tunjangan Kompetensi dan Tunjangan Delta. Kalau kita berpedoman bahwa tunjangan tetap
              adalah  tunjangan  yang  tidak  dipengaruhi  oleh  kehadiran,  dan  tunjangan  kompetensi  dan
              tunjangan delta tersebut diterima setiap bulan oleh pekerja, maka tidak ada alasan untuk PLN
              menghilangkan 2 komponen upah tersebut," tambahnya.

              "Rata-rata  pemotongan  THR  pekerja  di  kisaran  Rp.  300.000.  Jika  dikalikan  kira-kira  50.000
              pekerja outsourcing PLN di seluruh Indonesia, kira-kira buruh dirugikan Rp 15 miliar," tegas
              Machbub.

                                                           302
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308