Page 357 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 357

Kesepakatan Tertulis

              Anwar juga mengingatkan kepada pengawas ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat
              perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum hari raya, maka harus ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tertulis itu juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan dua tahun terakhir
              dan memuat waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sehari
              (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.

              "Bila  THR  keagamaan  tidak  dibayar  sesuai  kesepakatan  maka  pengawas  akan  melakukan
              pengawasan  pelaksanaan  pembayaran  THR,  berupa  nota  pemeriksaan  sampai  dengan
              rekomendasi kepada pejabat berwenang pada kementerian/lembaga (KL) atau daerah setempat
              untuk pengenaan sanksi administratif," tutur Anwar.

              Bagi pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan akan dikenakan denda sebesar 5%
              dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk
              membayar.  Pengusaha yang  tidak  membayar THR  dalam  waktu yang ditentukan  juga  dapat
              dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Sanksi  tersebut  dapat  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian
              sementara sebagian atau seluruh alat produksi, serta pembekuan kegiatan usaha," ucap Anwar.
              (ark)

















































                                                           356
   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362