Page 361 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 361
Judul UUCK Lindungi Pekerja Sawit
Nama Media Investor Daily
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL Pg7
Jurnalis tl
Tanggal 2021-05-08 06:19:00
Ukuran 90x202mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 23.760.000
News Value Rp 71.280.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Haiyani Rumondang (Direktur Jenderal Binwasnaker dan K3 Kementerian
Ketenagakerjaan) Seluruh persoalan tersebut kerap kali diangkat untuk menyerang sawit. .
Kampanye negatif sawit di sektor tenaga kerja sangat merugikan semua pihak. Tanpa
penanganan yang baik, kampanye tadi bisa merusak kontribusi sawit terhadap negara. Padahal,
peran sawit telah terbukti menyerap 16 juta tenaga kerja
neutral - Musdhalifah Machmud (Deputi bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian dari Kemenko
Perekonomian) UUCK akan meningkatkan keberterimaan produk sawit Indonesia di pasar global
dan memperkuat citra positif sawit berkelanjutan, termasuk dengan menerapkan kewajiban ISPO
yang telah mengadopsi 12 target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) dari 17 target
negative - Joko Supriyono (Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah) Semakin ke
sini serangan terhadap kampanye semakin spesifik. Sekarang, bukan lagi industrinya yang
diserang melainkan perusahaan menjadi objek kampanye negatif. Kalau dulu, kampanye negatif
memakai isu orang hutan dan lingkungan tetapi sekarang isunya beralih pekerja perempuan dan
anak
Ringkasan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (UUCK) dinilai mampu meningkatkan daya saing tenaga
kerja dan meningkatkan kualitas perlindungan terhadap pekerja termasuk di sektor kelapa sawit.
UUCK harus dipandang positif karena memperbaiki, menyempurnakan, dan melindungi pihak
pengusaha maupun pekerja. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI Haiyani Rumondang mengatakan, UUCK
menjawab masalah upah rendah, jam kerja panjang, perlindungan hak pekerja, buruh kerja
harian lepas, perjanjian kerja waktu tertentu, mencegah pekerja anak, dan melindungi pekerja
perempuan dari tindakan kekerasan. "Seluruh persoalan tersebut kerap kali diangkat untuk
menyerang sawit.
360

