Page 365 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 365

PELANGGARAN TERUS BERULANG

              Dari tahun ke tahun, pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pelanggaran pembayaran
              THR tetap lemah. Ke depan, penetapan sanksi perlu dikaji ulang agar efektif memberikan efek
              jera. Laporan Pengaduan Pembayaran THR

              Jenis aduan:

              JAKARTA,  KOMPAS  ---  Penegakan  hukum  yang  tegas  bagi  perusahaan  pelanggar  ketentuan
              tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan sejauh ini baru sebatas retorika. Sanksi
              yang diberikan pun tidak menimbulkan efek jera sehingga kasus pelanggaran terus berulang.
              Dengan  jumlah  pengaduan  yang  naik  signifikan  tahun  ini,  ketegasan  pemerintah  semakin
              diperlukan.

              Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat,
              selama kurun 20 April sampai 6 Mei 2021, ada 1.569 laporan yang masuk. Jumlah itu terdiri dari
              670 laporan yang bersifat konsultasi, serta 889 laporan yang bersifat pengaduan.

              Beberapa persoalan yang diadukan antara lain perusahaan sama sekali tidak membayarkan THR,
              hanya membayar sebagian, membayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan,
              membayar THR bukan dalam bentuk uang, serta pengaduan mengenai perusahaan yang tidak
              mampu membayar THR karena terdampak pandemi Covid-19. Pengaduan tahun ini meningkat
              signifikan dibandingkan dengan laporan Posko THR Lebaran tahun 2020 yang berjumlah 410
              laporan.

              Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, mayoritas kasus
              yang masuk adalah THR yang dicicil. Ada perusahaan yang baru membayar 50 persen atau 25
              persen. "Ada relaksasi sampai H-1. Bisa saja perusahaan masih mencari uang untuk membayar
              sampai H-1. Kami terus monitor," katanya saat dihubungi, Jumat (7/5/2021).

              Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan,
              dari tahun ke tahun, pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pelanggaran pembayaran THR
              masih sangat lemah. Di atas kertas, pemerintah memang telah mengatur sanksi bagi perusahaan
              yang melanggar aturan pembayaran THR.

              Sanksi diberikan secara bertahap, dari teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian
              sementara  sebagian/seluruh  alat  produksi,  sampai  pembekuan  kegiatan  usaha.  Sanksi
              direkomendasikan  oleh  pengawas  ketenaga-kerjaan  ke  gubernur,  bupati,  atau  wali  kota
              setempat.  Hal  itu  diatur  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  20  Tahun  2016
              tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif tentang Pengupahan.

              Namun, nyatanya, sanksi yang diberikan hanya sebatas teguran tertulis. "Pengusaha tahu tidak
              mungkin izin operasional mereka dicabut karena pemerintah daerah akan kehilangan sumber
              pendapatan dan pengangguran justru akan meningkat. Sampai saat ini, tidak ada perusahaan
              pengemplang THR yang izin usahanya dicabut," kata Timboel.

              Kaji ulang

              Menurut Timboel, penetapan sanksi perlu dikaji ulang agar efektif memberikan efek jera tanpa
              perlu  berisiko  mengakibatkan  PHK.  Apabila  perlu,  dilakukan  revisi  perangkat  hukum  yang
              mengatur ketentuan pembayaran THR "Misalnya, sanksi pemblokiran sebagian dana di rekening
              perusahaan sesuai nilai THR yang tidak dibayar," katanya.

              Selain itu, laporan pengaduan yang sudah masuk harus segera direspons. Namun, persoalannya,
              dari  tahun  ke  tahun,  pengawasan  berlangsung  lambat  dan  lemah.  "Laporan  yang  kami
              sampaikan sejak lima hari lalu saja belum direspons sampai hari ini," ujar Timboel.

                                                           364
   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370