Page 380 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 380

Senada, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, penerapan
              sanksi  ujung-ujungnya  hanya  sebatas  retorika.  Pemerintah  terus  menggaungkan  penegakan
              sanksi yang tegas, tetapi tidak ada efek jera yang diciptakan.

              ”Pemerintah tidak mungkin menghukum sekian banyak perusahaan yang tidak membayar THR,”
              kata Said.

              Mengkaji ulang

              Pada tahun 2020, ada 410 laporan pengaduan pembayaran THR. Sebanyak 307 perusahaan di
              24 provinsi sudah melunasi pembayaran dan 103 perusahaan masih dalam pemeriksaan. Sejauh
              ini, dari ratusan perusahaan itu, baru lima perusahaan yang direkomendasikan mendapat sanksi
              administratif berupa teguran tertulis.

              Anwar Sanusi mengatakan, ketentuan sanksi dibuat ketika situasi masih normal. Dalam situasi
              krisis ekonomi seperti sekarang, pemerintah tidak mungkin menutup operasional usaha karena
              itu akan berdampak pada bertambahnya pengangguran.

              Ia tidak menampik, pemberian sanksi sejauh ini ujung-ujungnya memang baru berupa retorika
              dan belum menimbulkan efek jera. Ke depan, perlu ada solusi sanksi yang lebih tegas.

              ”Kondisinya sulit, karena kita butuh pekerjaan, tetapi kok membekukan usaha? Terus terang,
              tidak mudah untuk mengambil keputusan,” kata Anwar.

              Menurut Timboel, penetapan sanksi perlu dikaji ulang agar efektif memberikan efek jera tanpa
              perlu berisiko mengakibatkan PHK. Jika perlu, dilakukan revisi perangkat hukum yang mengatur
              ketentuan  pembayaran  THR.  ”Misalnya,  sanksi  pemblokiran  sebagian  dana  di  rekening
              perusahaan sesuai nilai THR yang tidak dibayar,” katanya.

              Tindak lanjut

              Lebih lanjut, laporan pengaduan yang sudah masuk, baik melalui Posko THR Kemenaker, posko
              THR organisasi buruh, maupun Posko THR Ombudsman RI, harus segera direspons. Namun,
              persoalannya, dari tahun ke tahun, pengawasan berlangsung lambat dan lemah. ”Laporan yang
              kami sampaikan sejak lima hari lalu saja belum direspons sampai hari ini,” ujar Timboel.

              Pengawas ketenagakerjaan perlu segera meminta laporan keuangan internal perusahaan dan
              dari situ menentukan yang bersangkutan tidak mampu atau sebenarnya mampu. ”Jika mampu
              tapi melanggar, segera lakukan penegakan hukum. Jika memang tidak mampu, ajak negosiasi
              pekerja dan pastikan termin pembayaran yang adil,” kata Timboel.

              Menurut Said Iqbal, jika perusahaan bersedia membuka laporan keuangan dan membuktikan
              ketidakmampuannya,  buruh  akan  memahami.  ”Kami  tidak  pukul  rata.  Kalau  memang  tidak
              mampu,  bicarakan  bersama  buruh,  buat  perjanjian  bahwa  suatu  hari  keuangan  perusahaan
              membaik, THR segera dibayarkan. Saya rasa itu adil,” ujarnya.

              Anwar  mengatakan,  pemerintah  telah  berkoordinasi  dengan  posko  yang  didirikan  di  daerah.
              Disnaker setempat sudah mulai menurunkan tim untuk mendatangi perusahaan yang diadukan.
              ”Pengawas sudah mulai menindaklanjuti dan mendalami persoalan. Puncak masalah baru akan
              terlihat pada H-1 Lebaran nanti. Saat ini kami belum bisa simpulkan,” katanya.









                                                           379
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385