Page 375 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 375

Adapun  di  Provinsi  Kalimantan  Utara  (Kaltara),  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi
              (Disnakertrans) terus melakukan pengawasan sekaligus membuka posko pengaduan THR seperti
              tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Disnakertrans
              Kaltara Armin Mustapa, belum ada aduan soal THR di posko pengaduan tersebut.

              "Tidak  ada  aduan  masuk,  sampai  sejauh  ini  masih  aman-aman  saja.  Kita  berharap  semua
              perusahaan bisa patuh dan membayar kewajibannya kepada para karyawan," katanya kepada
              media.

              Upaya  pemerintah  daerah  untuk  memberikan  atensi  kepada  perusahaan  membayarkan  THR
              sudah  dilakukan  sejak  awal  Ramadan.  Seperti  yang  diberitakan  sebelumnya,  bahwa
              Disnakertrans telah memanggil setidaknya 3 perusahaan di Kaltara.

              "Ada yang koordinasi, ada yang kami panggil tiga perusahaan. Kita hanya ingatkan mereka soal
              pembayaran THR ini. Yang koordinasi itu ada dua (perusahaan). Mereka koordinasi soal tata
              cara perhitungan (THR) dan hal-hal lainnya. Intinya jangan sampai ada yang dirugikan," sebut
              Kepala  Bidang  (Kabid)  Hubungan  Industrial  dan  Pengawasan  Tenaga  Kerja,  Disnakertrans
              Kaltara, Asnawi, beberapa hari yang lalu.

              Sebagai  informasi,  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pembayaran THR Keagamaan paling
              lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Kemudian, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa
              kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja
              yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak
              tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Sementara itu, terkait jumlah besaran, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara
              terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara
              bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari
              12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12
              bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja
              12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12
              bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              (   Reporter: Fathu Rizqil Mufid  Editor: Nurul Lamunsari  Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-
              19:.






















                                                           374
   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380