Page 561 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 561

Ia juga meminta para gubernur, wali kota, dan bupati turun langsung dalam menyelesaikan
              setiap pengaduan THR yang masuk Posko THR yang telah dibentuk di masing-masing daerah
              serta tidak segan memberikan sanksi sesuai kewenangan bila terjadi pelanggaran aturan THR.

              Menurut data yang dikumpulkan pada periode 20 April-6 Mei 2021, Posko THR Kemnaker telah
              mencatat 1.569 laporan yang masuk terdiri atas 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan Posko THR 2021, di antaranya ritel,
              jasa keuangan dan perbankan, konstruksi, manufaktur, migas, alat kesehatan, industri makanan
              dan minuman.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan, antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi Covid-19.

              Dalam  kesempatan  berbeda,  Sekjen  Kemnaker  Anwar  Sanusi  memerintahkan  pengawas
              ketenagakerjaan di pusat dan daerah untuk mengawasi pelaksanaan THR 2021.

              "Kami  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik,  kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," ujar dia.

              Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran yang mewajibkan pembayaran
              THR secara penuh dengan paling lambat disalurkan H-7 sebelum Lebaran.
              Bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  Covid-19  harus  melakukan  dialog  dengan  pekerja
              berdasarkan  laporan  keuangan  yang  transparan.  Dispensasi  pembayaran  bagi  perusahaan
              terdampak pandemi sehari sebelum Idul Fitri. (ant) editor : tri wuryono.









































                                                           560
   556   557   558   559   560   561   562   563   564   565   566