Page 588 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 588

INDONESIA DAN MALAYSIA MATANGKAN KERJA SAMA PERLINDUNGAN PMI

              Oleh:  Tempo.co  INFO  NASIONAL  -  Pemerintah  Indonesia  dan  Pemerintah  Malaysia  terus
              mematangkan rancangan kerjasama tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI)
              sektor domestik ke Malaysia. Hingga saat ini, kerjasama terus dibahas secara konkrit oleh kedua
              negara. Counter-draft (draf tanggapan) Pemerintah Malaysia atas initial draft Memorandum of
              Understanding (MoU) sektor domestik yang telah disampaikan oleh Pemerintah Indonesia pada
              September 2016, baru disampaikan kembali kepada Pemerintah Indonesia pada Agustus 2020.

              "Pemerintah Indonesia meminta kembali agar perundingan renewal MoU dapat segera dilakukan
              dan memperoleh posisi yang menguntungkan semua pihak ( win-win solution ). Saya berharap
              kita bisa tuntaskan MoU ini mengikuti apa yang pernah menjadi guidance dari masing-masing
              negara," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat melakukan video conference dengan
              Menteri Sumber Manusia Malaysia Datuk Seri Saravanan, Kamis, 6 Mei 2021.

              Ida berharap kedua negara bisa menuntaskan pembaharuan MoU sektor domestik berdasarkan
              skema  One  Channel  Recruitment.  "Saya  menginginkan  Datuk  Seri  bisa  memberikan  atensi
              terhadap isu tentang One Channel Recruitment dan spesifikasi jabatan, one worker one task,"
              ujarnya.

              Adanya spesifikasi jabatan dalam draf MoU diharapkan bisa menjadi salah satu upaya untuk
              memastikan bahwa setiap CPMI yang akan bekerja ke luar negeri telah memiliki kompetensi
              khusus.

              Pemerintah Indonesia menyadari tiap-tiap negara penempatan memiliki aturan ketenagakerjaan
              terkait sektor domestik, sehingga tujuh spesifikasi jabatan yang tercantum dalam Kepmenaker
              Nomor  354  Tahun  2015  perlu  disesuaikan.  Adapun  peraturan  tersebut  memuat  tentang
              spesifikasi  jabatan  yang  bisa  diduduki  oleh  TKI  di  luar  negeri  berdasarkan  pengguna
              perseorangan.

              Ida mengatakan, spesifikasi jabatan dalam draf MoU untuk penempatan dan pelindungan sektor
              domestik saat ini telah disimplifikasi menjadi lima jabatan. Kelima jabatan domestik tersebut
              antara lain housekeeper and family cook, child and baby care, elderly caretaker, family driver,
              dan gardener.

              Ditegaskan oleh Ida, berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
              Indonesia, penempatan PMI hanya dapat dilakukan ke negara penempatan yang telah memenuhi
              tiga syarat. Yakni memiliki dokumen kerjasama bilateral dengan Pemerintah Indonesia, regulasi
              yang mengatur tenaga kerja asing, dan program jaminan sosial.

              "Kami berharap agar tata kelola penempatan PMI sektor domestik ke Malaysia ke depan dapat
              berlangsung  melalui  satu  saluran  atau  mekanisme  yang  disepakati  oleh  pemerintah  kedua
              negara sehingga lebih mudah melakukan kontrol dan pengawasan," ujar Ida.

              Sementara  itu,  Datuk  Seri  Saravanan  mendukung  langkah  yang  akan  dilakukan  Pemerintah
              Indonesia  dan  pihaknya  akan  memperkenalkan  satu  aplikasi  yang  dapat  membantu  PMI  di
              Malaysia. "Sistem aplikasi ini mampu membantu PMI untuk pihak Kementerian SDM Malaysia,
              apabila PMI memperoleh perlakuan tidak baik dari majikannya," katanya.

              Datuk Seri Saravanan menyambut positif komitmen antara Indonesia dan Malaysia soal PMI di
              Malaysia.  Pihak  Kerajaan  Malaysia  pun  telah  memiliki  kebijakan  baru  untuk  membantu  PMI
              bekerja  di  negeri  Jiran.  Sebelumnya,  para  PMI  yang  masuk  ke  Malaysia,  disyaratkan  harus
              memiliki tempat tinggal. Tapi regulasi baru mengatakan, Kerajaan Malaysia akan memberikan
              bantuan rumah-rumah yang layak huni seperti warga Malaysia umumnya."Selain itu juga ada
              jaminan sosial dari segi kesehatan, tabungan, dan perumahan. Ini adalah langkah-langkah baru
              yang telah dilakukan oleh Pemerintah Malaysia," ujarp Datuk Seri Saravanan
                                                           587
   583   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593