Page 593 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 593

PEMERINTAH DIMINTA JELASKAN KE PUBLIK TERKAIT WNA MASUK DI TENGAH
              LARANGAN MUDIK
              JAKARTA,  -  Wakil  Ketua  Komisi  IX  DPR  Emanuel  Melkiades  Laka  Lena  meminta  pemerintah
              menjelaskan kepada publik terkait masuknya Warga Negara Asing ( WNA ) asal India dan China
              di tengah kebijakan larangan mudik Lebaran.

              Menurutnya, penjelasan perlu dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian/lembaga
              terkait  seperti  Imigrasi,  Kantor  Kesehatan  Pelabuhan  (KKP)  Kementerian  Kesehatan,  dan
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

              " Pemerintah mesti menjelaskan kepada masyarakat luas terkait berita masih datangnya WNA
              dari  India  dan  China,  terutama  yang  perlu  menjelaskan  adalah  pihak  imigrasi,  pihak  KKP
              Kemenkes, dan juga dari pihak kementerian tenaga kerja atau pihak lain yang berhubungan
              langsung dengan kedatangan para WNA India dan China tersebut," kata Melki saat dihubungi
              Kompas.com, Jumat (7/5/2021).
              Adapun hal tersebut ia sampaikan untuk menanggapi kedatangan 85 WNA asal China melalui
              Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Selasa (4/5/2021).

              Politikus Partai Golkar itu menilai, penjelasan dari pemerintah sangat diperlukan agar publik tidak
              berspekulasi yang menimbulkan polemik di tengah kebijakan larangan mudik. Ia mengatakan,
              penjelasan  dari  pemerintah  dapat  berguna  bagi  masyarakat  dalam  memberikan  kepastian
              informasi terkait kedatangan WNA tersebut.

              "Ini  penting  agar  publik  tidak  menduga-duga  apa  yang  terjadi  dan  memberikan  kepastian
              informasi. Kepastian berita yang sebenarnya karena jangan sampai yang berkembang hari ini,
              kan kita melarang mudik, tapi dari luar masih bisa masuk," ujarnya.

              Melki pun menyinggung kebijakan larangan mudik sendiri merupakan keputusan yang diambil
              pemerintah dan telah berlaku sejak kemarin, Kamis (6/5/2021).

              Dia mengatakan, kebijakan itu diputuskan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
              Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang mana merupakan bagian dari pemerintah. Untuk itu, Melki
              mendorong agar pemerintah mendudukkan perkara terkait masih datangnya WNA ke Indonesia
              di tengah berbagai kebijakan ketat bagi masyarakat.

              "Nah, ini perlu dicek apa adanya, dan kalau memang jelas duduk perkaranya ya bisa disampaikan
              kepada publik, apa yang sebenarnya terjadi dengan perisitiwa ini," jelasnya. Diketahui bersama,
              pemerintah  telah  memberlakukan  kebijakan  larangan  mudik  mulai  Kamis  (6/5/2021)  hingga
              Senin (17/5/2021) yang berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia.

              Namun, publik dihebohkan dengan pemberitaan masuknya WNA asal India dan China beberapa
              waktu  terakhir.  Masih  melekat  dalam  ingatan  publik  di  mana  ratusan  WNA  India  masuk  ke
              Indonesia pada pertengahan April 2021 di tengah melonjaknya kasus mutasi virus corona di
              India.

              Terbaru, pada Selasa (4/5/2021), sebanyak 85 WNA asal China tiba di Indonesia. Hal ini pun
              dibenarkan  oleh  Direktorat  Jenderal  Imigrasi.  Kepala  Bagian  Humas  dan  Umum  Direktorat
              Jenderal Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara mengatakan, selain puluhan warga negara China,
              ada juga tiga warga negara Indonesia yang ikut masuk dengan pesawat sewaan yang sama.

              "Benar pada Selasa, 4 Mei 2021 Jam 14.55 WIB telah mendarat 85 WN China dan 3 WNI dengan
              pesawat  China  Southern  Airlines  (  charter  flight  )  dengan  nomor  penerbangan  CZ8353  dari
              Shenzhen di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta," kata Angga kepada
              Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

                                                           592
   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598