Page 597 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 597

PULUHAN PEKERJA DI BATAM DI PHK JELANG LEBARAN

              batampos.co.id  -  Komisi  IV  DPRD  Batam  menerima  aduan  dari  puluhan  pekerja  yang
              diberhentikan  atau  diputus  hubungan  kerja  (PHK)  oleh  perusahaan  dengan  berbagai  alasan
              menjelang Lebaran ini.

              Diduga, pemberhentian tersebut dilakukan untuk menghindari pembayaran Tunjangan Hari Raya
              (THR).

              Anggota Komisi IV DPRD Batam, Mochamat Mustofa, menyampaikan, dirinya telah menerima
              laporan dari 40 pekerja yang diberhentikan menjelang hari raya Idulfitri.

              "Itu kemarin sudah dua kali kawan-kawan melapor ke kami. Itu semua kawan-kawan yang kerja
              di  salah  satu  perusahaan  di  Kabil,"  ujar  Mustofa,  Kamis  (6/5/2021)  seperti  yang diberitakan
              Harian Batam Pos.
              Menurut laporan dari pekerja yang telah diberhentikan itu, kontrak kerja mereka sejatinya baru
              selesai di akhir tahun 2021.

              Mustofa  menduga,  pemberhentian  40  orang  karyawan  ini  sebagai  salah  satu  modus  pihak
              perusahaan untuk tidak membayarkan THR menjelang hari raya Idul-fitri.

              "Pada  prinsipnya,  kalau di  PHK  sebelum  Lebaran  atau  sebelum  habis  kontrak,  tentunya  sisa
              kontrak  harus  dibayarkan  dan  THR  juga  tetap  harus  dibayarkan.  Tidak  menghilangkan  THR
              karena kontrak mereka selesai di akhir tahun," jelasnya.

              Untuk itu, Mustofa mengarahkan kepada 40 pekerja itu agar melaporkan terlebih dahulu ke Dinas
              Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

              "Sementara kami akan tunggu sampai hari Jumat (hari ini). Hasilnya bagaimana. Terakhir saya
              dapat update, perusahaan tetap tidak mau memberikan itu," katanya.

              Adapun, alasan pihak perusahaan enggan memberikan THR kepada 40 pekerja itu karena sudah
              sesuai dengan kontrak kerja.


              Dimana, pihak perusahaan bisa memberhentikan pekerjanya kapan saja, apabila pekerjaannya
              telah selesai.

              "Tapi itu hanya pemahaman dari pihak perusahaan. Kita juga punya pemahaman sendiri sesuai
              dengan aturan yang ada," tuturnya.

              Mustofa  menyebut,  menurut  aduan  40  pekerja  yang  telah  di-PHK  itu,  pekerjaan  mereka  di
              perusahaan belum selesai.

              Sehingga,  Mustofa  menduga  pemberhentian  karyawan  itu  sebagai  modus  perusahaan  untuk
              menghindari pembayaran THR.

              "Karena 40 orang di-PHK, kalau di hitungan bisnis, dia bisa saving cost (menghemat anggaran)
              Rp 700 juta untuk tidak membayar THR dan sisa kontrak," bebernya.

              Saat ini dirinya meminta mereka untuk melaporkan ke Disnaker Kota Batam terlebih dahulu agar
              pihak Disnaker mengetahui permasalahan ini.

              Sebab, Disnaker Kota Batam yang mempunyai tupoksi pengawasan dalam ketenagakerjaan.( jpg
              ).




                                                           596
   592   593   594   595   596   597   598   599   600   601   602