Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 93
Judul Pemberian Sanksi Tak Hilangkan Kewajiban Perusahaan Bayar THR
Nama Media medcom.id
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/0kp4Yd6k-pemberian-sanksi-
tak-hilangkan-kewajiban-perusahaan-bayar-thr
Jurnalis Insi Nantika Jelita
Tanggal 2021-05-09 15:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Haiyani Rumondang (Direktur Jenderal Binwasnaker dan K3 Kementerian
Ketenagakerjaan) Pengenaan sanksi administratif tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
atas denda keterlambatan membayar THR Keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan
positive - Haiyani Rumondang (Direktur Jenderal Binwasnaker dan K3 Kementerian
Ketenagakerjaan) Dengan demikian pengawas dan mediator dapat ikut andil berperan aktif
dalam hal ini
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menegaskan, bagi perusahaan yang tidak
membayar Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan akan dikenai sanksi administratif berupa
teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara, hingga pembekuan
kegiatan usaha. Namun, hal itu tidak menghilangkan kewajiban perusahaan membayar THR ke
pegawainya. Adapun, sanksi administratif tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan Pasal 9 ayat (1) dan
(2).
PEMBERIAN SANKSI TAK HILANGKAN KEWAJIBAN PERUSAHAAN BAYAR THR
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menegaskan, bagi perusahaan yang tidak
membayar Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan akan dikenai sanksi administratif berupa
teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara, hingga pembekuan
kegiatan usaha.
Namun, hal itu tidak menghilangkan kewajiban perusahaan membayar THR ke pegawainya.
Adapun, sanksi administratif tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan Pasal 9 ayat (1) dan (2).
92

