Page 131 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 NOVEMBER 2020
P. 131

BADAI PHK TERJADI LAGI, INI 3 FAKTANYA

              Badai pemutusan hubungan kerja ( PHK ) masih berlanjut. Kali ini menerpa sektor ritel dan alas
              kaki. Data terakhir dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak virus Corona merebak
              ada 2,1 juta pekerja di-PHK dari berbagai sektor usaha.

              Berikut ini fakta-fakta terkait badai PHK di dua sektor usaha tersebut:

              1. SOGO Ancang-ancang PHK 300 Pegawai Toko serba ada (department store) di bawah MAP
              Group dikabarkan telah melakukan pemotongan gaji kepada karyawan dan merencanakan untuk
              melakukan PHK kepada ratusan karyawan.

              Hal  itu  diungkapkan  oleh  Serikat  Pekerja  di  bawah  MAP  Group,  yakni  Onny  Assad  yang
              merupakan  Ketua  Bidang  Hukum  Serikat  Pekerja  Industri  Ritel  Indonesia.  Dia  mengatakan
              sebanyak 2.500 karyawan di SOGO saja sudah mengalami pemotongan gaji sepihak.

              "Di SOGO sendiri ada 2.500 yang dipotong gajinya. Yang dirumahkan untuk dirancang PHK ada
              sekitar 300 orang. Itu jumlah hanya SOGO saja, untuk MAP Group mungkin lebih besar lagi,"
              kata Onny dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (11/11/2020).

              2. Pabrik Sepatu di Tangerang PHK 1.800 Pegawai

              Sebuah  pabrik  sepatu  di  Cikupa,  Tangerang  melakukan  PHK  terhadap  1.800  karyawannya.
              Laporan itu diterima oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang.

              "Sekitar 1.800-an. Sedang diproses PHK-nya," ungkap Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan
              Hubungan Industrial (PPHI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra ketika dihubungi detikcom,
              Kamis (5/11/2020).

              Namun, dia enggan menyebutkan nama pabrik tersebut. Dia menjelaskan, 1.800 karyawan itu
              hanya akan bekerja sampai akhir November 2020 ini.

              3. Alasannya karena Terdampak Pandemi


              Terkait  rencana  PHK  di  SOGO,  manajemen  dijelaskan  Onny  juga  menyurati  karyawan  untuk
              secara "sukarela" mengajukan PHK kepada perusahaan dengan imbalan 1 kali PMTK.

              "Alasan  pandemi  COVID-19  ini  terkadang  digunakan  oleh  pengusaha  secara  sepihak  tanpa
              membicarakannya  dan  persetujuan  karyawan  dan  atau  Serikat  Pekerja  yang  ada,  sehingga
              terlihat bahwa apa yang dilakukan oleh manajemen melampaui dan melanggar peraturan Tenaga
              Kerja," tegasnya.


              Lalu mengenai PHK di pabrik sepatu Tangerang, Hendra mendapat informasi itu dilakukan karena
              perusahaan menelan kerugian yang besar akibat dampak pandemi COVID-19 yang menihilkan
              pesanan ke pabrik.

              "Iya informasinya karena pandemi COVID-19, karena nggak ada order jadi nggak bisa bayar
              (karyawan). Sudah mengalami kerugian perusahaannya," tutur Hendra.





                                                           130
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136