Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 NOVEMBER 2020
P. 133

UU CIPTA KERJA DIHARAPKAN BAKAL DUKUNG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
              NASIONAL

              Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diharapkan bakal mampu memperbaiki iklim ketenagakerjaan
              yang  dapat  mendukung  peningkatan  produktivitas  nasional.  Sekretaris  Jenderal  Kementerian
              Ketenagakerjaan ( Kemnaker ), Anwar Sanusi, menyebut bahwa produktivitas Indonesia masih
              berkisar di angka 74,4 persen. Angka ini masih berada di bawah rata-rata produktivitas ASEAN
              sebesar 78,2 persen.

              "Environment peningkatan produktivitas dapat kita ciptakan melalui UU Cipta Kerja," katanya,
              saat menyampaikan sambutan dalam Forum Komunikasi Staf Ahli Menteri (Forkomsam) di Bogor,
              Jawa Barat, Kamis (12/11/2020).

              Dari  sisi  produktivitas,  Indonesia  juga  masih  kalah  dengan  negara-negara  tetangga,  seperti
              Filipina  (86,3  persen),  Singapura  (82,7  persen),  Thailand  (80,1  persen),  dan  Vietnam  (80
              persen).


              Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang produktivitasnya di bawah rata-rata ASEAN,
              Indonesia masih kalah dari Laos (76,7 persen) dan Malaysia (76,2 persen).

              Anwar  menyatakan,  peningkatan  produktivitas  tersebut  dapat  diwujudkan  karena  Undang-
              Undang  Nomor  11  Tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja  (UU  Cipta  Kerja)  bertujuan  untuk
              menyederhanakan, menyingkronkan, dan memangkas regulasi yang menghambat penciptaan
              lapangan kerja, sekaligus sebagai instrumen untuk penyederhanaan dan peningkatan efektifitas
              birokrasi.


              "Sekarang  kita  bukan  hanya  menciptakan  tenaga  kerja  terampil,  tapi  kita  betul-betul
              menciptakan ekosistem, environment ketenagakerjaan itu sendiri," katanya.

              Selain  produktivitas,  UU  Cipta  Kerja  juga  bertujuan  untuk  menyelesaikan  tantangan
              ketenagakerjaan lainnya. Salah satunya adalah bonus demografi.


              "UU Cipta Kerja juga sebagai sarana untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia, dimana
              Indonesia kini memiliki bonus demografi dengan sebagian besar penduduknya berusia produktif
              atau kerja," tambahnya.

              Anwar  mengatakan,  UU  ini  ini  juga  dibutuhkan  agar  memanfaatkan  bonus  demografi,  dan
              membantua Indonesia keluar dari jebakan negara berpengasilan menengah.

              Berdasarkan data Kemnaker, terdapat 3,1 juta pekerja, baik yang dirumahkan maupun yang
              terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), akibat pandemi Covid-19.

              "Ini kalau benar-benar kita kelola dengan baik akan memberikan opportunity yang luar biasa.
              Hal  tersebut  merupakan  salah  satu  yang  menjadi  urgensi  diterbitkannya  UU  Cipta  Kerja,"
              pungkasnya.








                                                           132
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138