Page 222 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 NOVEMBER 2020
P. 222
JUMLAH PENERIMA SUBSIDI UPAH GELOMBANG II BERKURANG, INI PENYEBAB
DAN PENJELASANNYA
Penerima bantuan langsung tunai subsidi gaji atau BLT gelombang kedua untuk karyawan sudah
mulai disalurkan.
Namun, pada gelombang kedua kali ini jumlah penerima subsidi gaji tidak seperti gelombang
pertama.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi mengatakan akan terjadi
pengurangan jumlah penerima bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) termin kedua kali ini.
Namun, dirinya enggan menyebutkan jumlah penerima yang berkurang tersebut karena masih
dalam tahap pembahasan antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan
BPJS Ketenagakerjaan.
Pembahasan itu difasilitasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pemberi
rekomendasi evaluasi.
"Ada (jumlah pengurangan penerima subsidi gaji ), tetapi saat ini sedang dilakukan konsolidasi
antara BPJS Ketenagakerjaan dan DJP. Besok juga akan difasilitasi dengan KPK untuk mencari
solusi," ujarnya Senin (9/11/2020), dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, kata Anwar, pembahasan antarkedua instansi ini terkait syarat dari penerima subsidi
gaji berpenghasilan di bawah Rp 5 juta, yang ternyata DJP menemukan ada ketidaksesuaian.
Sebab, penerima subsidi gaji tersebut merupakan orang Wajib Pajak (WP) dengan penghasilan
yang dilaporkan di atas Rp 5 juta.
"Karena memang ada persepsi tentang gaji dan penghasilan," kata dia.
Kendati pengurangan itu masih dalam pembahasan perbedaan persepsi antara DJP dan BPJS
Ketenagakerjaan, Kemenaker memastikan bahwa penerima subsidi gaji yang memenuhi kriteria
berpenghasilan di bawah Rp 5 juta setiap bulannya tetap akan menerima penyaluran bantuan
langsung tunai (BLT).
"Hari ini yang tidak bermasalah (syarat penerimanya) tetap kita cairkan," ujar Anwar.
Untuk diketahui, pencairan BLT subsidi gaji tak dilakukan serentak.
Pasalnya, proses pencairannya harus melewati verifikasi dan validasi di BP Jamsostek dan
Kemnaker, dikutip dari Kompas.com.
Selain itu, proses transfer ke rekening juga dilakukan melalui bank Himbara sebelum kemudian
ditransfer ke masing-masing rekening penerima, termasuk pemilik rekening bank swasta.
Pada pencairan subsidi gaji gelombang pertama, pencairannya dilakukan bertahap dalam
beberapa minggu kepada jutaan pekerja.
Anggaran yang dialokasikan untuk penerima bantuan subsidi upah adalah untuk 15,72 juta
pekerja dengan total anggaran Rp 37,74 triliun.
221

