Page 229 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 229

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan bahwa tunjangan
              hari raya (THR) 2021 wajib diberikan kepada karyawan tanpa dicicil. Pemprov DKI Jakarta akan
              menindaklanjuti hal ini dengan memperketat pengawasan terhadap perusahaan di Ibu Kota.

              "Kami secara otomatis juga akan melakukan pengawasan dan juga menerima aduan apabila ada
              perusahaan  yang  tidak  menaati  ketentuan  tersebut,"  kata  Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan
              Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansyah kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

              Andri  menegaskan  Pemprov  DKI  tetap  mengacu  pada  keputusan  pemerintah  pusat  yang
              mewajibkan perusahaan membayar THR secara penuh kepada karyawan. Untuk itu, pihaknya
              segera menerbitkan surat edaran (SE) yang mengatur teknis pelaksanaannya.

              "Kita tetap mengacu pada aturan yang lebih di atasnya terkait dengan THR tidak boleh dicicil
              secara  otomatis  kami  juga  akan  melakukan  pemberitahuan  atau  SE  kepada  perusahaan-
              perusahaan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat," jelasnya.

              Kendati  demikian,  Andri  tetap  membuka  laporan  pengaduan  untuk  para  pekerja    ataupun
              perusahaan.  Nantinya,  aduan  ini  bisa  ditindaklanjuti  melalui  perundingan  bipartit  maupun
              tripartit.

              "Nanti akan kita arahkan untuk melakukan perundingan bipartit. Bisa juga nanti kita memfasilitasi
              untuk perundingan tripartit, tetapi pada prinsipnya sesuai dengan keputusan dari pemerintah
              pusat yang akan kita kuatkan bahwa THR tidak boleh dicicil, titik," jelasnya.

              Dalam  surat  edaran  dan  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja /Buruh, perusahaan wajib memberikan paling lama 7 hari
              sebelum hari raya keagamaan.

              Adapun dalam pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja /buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan
              juga  diberikan  kepada  pekerja  /buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.



































                                                           228
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234