Page 389 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 389
Judul Aturan Lengkap THR 2021 dari Menaker Ida Fauziyah
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210412174001-92-
628935/aturan-lengkap-thr-2021-dari-menaker-ida-fauziyah
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-04-12 17:50:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) THR merupakan nonupah yang wajib dibayar
pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tiba
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kesepakatan dibuat tertulis bahwa THR paling
lambat harus dibayar sebelum hari raya keagamaan 2021 berdasarkan laporan keuangan yang
transparan
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan telah
membentuk satuan tugas pelayanan di pusat dan diikuti daerah agar SE berjalan efektif, serta
tercapai kesepakatan memuaskan antara pengusaha dan buruh
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Batas waktu yang ditentukan paling lambat
tujuh hari sebelum Hari Raya
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Penghentian sementara sebagian atau seluruh
alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan pembayaran tunjangan hari raya ( THR ) dilakukan
secara penuh sepekan sebelum atau pada H-7 Lebaran. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE)
Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi
Pekerja atau Buruh di Perusahaan. "THR merupakan nonupah yang wajib dibayar pengusaha
kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tiba," ungkap
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Senin (12/4).
ATURAN LENGKAP THR 2021 DARI MENAKER IDA FAUZIYAH
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan pembayaran tunjangan hari raya ( THR )
dilakukan secara penuh sepekan sebelum atau pada H-7 Lebaran. Hal ini tertuang dalam Surat
388

