Page 400 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 400

Surat Edaran itu dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tertanggal 12 April
              2021. Dalam surat edaran itu, dijelaskan aturan, rumus cara menghitung pemberian THR dan
              syarat pekerja yang berhak dapat THR.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pada 2021, THR wajib dibayarkan penuh
              kepada pekerja dan buruh. Pada 2020, pengusaha diberi kelonggaran pemberian THR dengan
              alasan kelangsungan usaha.

              Menurut Ida, kini ekonomi sudah lebih membaik, maka THR wajib dibayar penuh.

              "THR keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan pengusaha,
              kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan tersebut," kata
              Ida dalam konferensi pers virtual, di YouTube Kemenaker RI, Senin (12/4/2021).

              Pekerja  lebih  dari  12  bulan  Dengan  memanfaatkan  momentum  bulan  Ramadhan  2021,
              Kemenaker mewajibkan pengusaha untuk memberi THR penuh.

              THR  keagamaan  diberikan  kepada  pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan
              pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu (kontrak).

              Pekerja  upah  bulanan  Bagi  pekerja/buruh  yang  memiliki  masa  kerja  12  bulan  secara  terus
              menerus atau lebih, maka THR diberikan sebesar 1 bulan upah. Pekerja upah harian THR juga
              wajib diberikan kepada bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian
              yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih.

              THR upah 1 bulan pekerja harian dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12
              bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Pekerja kurang dari 12 bulan Bagi pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan,
              THR diberikan secara proporsional.

              Perhitungan THR 2021 bagi pekerja kurang dari 12 bulan, yaitu: masa kerja dibagi 12 x 1 bulan
              upah Adapun upah 1 bulan pekerja harian, dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima
              tiap bulan selama masa kerja.

              Pengawasan bagi pengusaha Demi memantau kepatuhan pengusaha dalam memberikan THR,
              Ida meminta bantuan kepada para kepala daerah.

              "Kami mohon kerja sama kepada para kepala daerah, untuk memastikan perusahaan membayar
              THR keagamaan kepada pekerja atau buruh," tutur Ida.

              Jika ada pengusaha yang tidak mampu membayar THR karena dampak pandemi Covid-19, masih
              diberi kesempatan dengan beberapa syarat.

              "Agar melakukan dialog dengan para pekerja atau buruh, untuk mencapai kesepakatan yang
              dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik," ujar Ida.
              Hasil kesepakatan antara pengusaha dan pekerja itu disampaikan secara tertulis, lalu dilaporkan
              kepada  Dinas  Ketenagakerjaan  setempat.  Ida  menegaskan,  hasil  kesepakatan  ini  tidak
              menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk  membayar  THR  keagamaan  tahun  2021.
              Pembayaran bisa dilakukan bertahap, asal tetap memenuhi kewajiban jumlah yang dibayarkan.
              "Diminta  kepada  kepala  daerah  untuk  menegakkan  hukum  sesuai  kewenangannya  terhadap
              pelanggaran  pemberian  THR,"  kata  Ida.  Ia  juga  mengatakan  bahwa  Kemenaker  sudah
              membentuk  satuan  tugas  pelayanan  konsultasi  dan  penegakan  hukum  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pemberian THR 2021.


                                                           399
   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405