Page 404 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 404

Ringkasan

              Berikut  aturan  pemberian  THR  2021  menurut  surat  edaran  yang  dikeluarkan  Kementerian
              Ketenagakerjaan  RI.  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah,  menyampaikan
              Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 wajib diberikan pada pekerja atau buruh.



              ATURAN PEMBERIAN THR 2021 MENURUT SURAT EDARAN KEMENAKER,
              PENGUSAHA WAJIB BAYAR THR KE PEKERJA
              TRIBUNMADURA.COM  -  Berikut  aturan  pemberian  THR  2021  menurut  surat  edaran  yang
              dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan Tunjangan Hari Raya (THR)
              2021 wajib diberikan pada pekerja atau buruh.

              Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Surat edaran pemberian THR ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada  pekerja  atau  buruh,"  ujarnya  di  Jakarta,  Senin  (12/4/2021),  dikutip  dari  laman
              Kemnaker.go.id.

              "Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan." Niat Salat Tarawih
              Sendiri di Rumah atau Berjamaah, Dilengkapi Tulisan Arab dan Latin "Secara khusus, dalam
              masa  pemulihan  ekonomi  ini,  THR  tentu  dapat  menstimulus  konsumsi  masyarakat  yang
              mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ida.

              SE  pelaksanaan  THR  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Menaker meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama
              tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum hari
              raya keagamaan pekerja atau buruh yang bersangkutan," jelasnya.

              Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa
              kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja
              dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
              tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara
              terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar satu bulan upah.

              Sementara, bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus
              menerus,  tetapi  kurang  dari  12  bulan,  THR  diberikan  secara  proporsional  sesuai  dengan
              perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali satu bulan upah.




                                                           403
   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409