Page 405 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 405

Adapun bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Sedangkan, bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan,
              upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa
              kerja.

              Dalam  SE  juga  dijelaskan  bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan
              berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan
              dalam peraturan perundang-undangan.

              Menaker  Ida  meminta  gubernur  dan  bupati/wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan
              mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan
              yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja
              atau buruh yang bersangkutan," ujarnya.

              Gambar  Marahaban  Yaa  Ramadan  1442  H,  Ada  Kata-kata  Permintaan  Maaf  untuk  Keluarga,
              Saudara  dan  Teman  Ida  mengatakan,  kesepakatan  mengenai  waktu  pembayaran  THR
              keagamaan tersebut harus dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk
              membayar  THR  keagamaan  tahun  2021  kepada  pekerja  atau  buruh  dengan  besaran  sesuai
              ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              Ketenagakerjaan setempat," imbuhnya.

              Menaker juga meminta kepada perusahaan agar dapat membuktikan ketidakmampuan untuk
              membayar  THR  Keagamaan  tahun  2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  berdasarkan  laporan
              keuangan internal perusahaan secara transparan.

              Ia meminta gubernur beserta bupati/wali kota untuk menegakkan hukum sesuai kewenangannya
              terhadap  pelanggaran  pemberian  THR  Keagamaan  tahun  2021  dengan  memperhatikan
              rekomendasi dari hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

              Gubernur dan bupati/wali kota diminta untuk membentuk Pos Komando Pelaksanaan Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 (Posko THR) dengan tetap memperhatikan prosedur/protokol
              kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

              "Kami juga meminta gubernur dan bupati/wali kota agar  melaporkan data pelaksanaan THR
              Keagamaan  tahun  2021  di  perusahaan  dan  tindak  lanjut  yang  telah  dilakukan  kepada
              Kementerian Ketenagakerjaan," pungkas Ida.
















                                                           404
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410