Page 521 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 521
"Kami baru saja menerima Surat Edaran [dari Menaker]. Selanjutnya sedang kami pelajari
bersama jajaran kami," jelasnya kepada Bisnis, Senin (12/4/2021).
Dalam Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tertanggal 12 April 2021 perusahaan
diwajibkan membayarkan THR paling lambat 7 hari sebelum hari raya. Tunjangan tersebut bakal
diberikan bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih.
Besar tunjangan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir
sebelum hari raya.
Opsi penundaan masih diberikan Kemenaker bagi perusahaan yang masih terdampak Covid-19.
Meskipun demikian, dalam Surat Edaran tersebut, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota diminta untuk
memberikan ruang diskusi bagi pekerja dan pengusaha terkait penundaan tersebut.
Perusahaan yang ingin mengajukan penundaan pembayaran kewajiban juga mesti membuktikan
ketidakmampuannya dengan menunjukkan laporan keuangan internal perusahaan yang
transparan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara
menyebutkan penundaan pembayaran THR semestinya benar-benar dimanfaatkan perusahaan
yang belum sepenuhnya pulih.
"Kalau teman-teman pengusaha yang sudah pulih ya baiknya THR-nya dibayarkan sesuai
kemampuan. Tetapi yang belum pulih sebaiknya dibicarakan secara bipartit lah," jelasnya.
Transparansi laporan keuangan, menurut Arnaz, diperlukan agar baik pengusaha dan pekerja
dapat benar-benar memahami kondisi perusahaan.
"Pengusaha ini masih punya itikad baik untuk mempekerjakan karyawan di tengah kondisi yang
kurang baik," tambahnya.
Berdasarkan koordinasi Kadin Kota Semarang, sebagian besar perusahaan di wilayah tersebut
bakal membayarkan THR-nya secara penuh di tahun ini.
"Ada beberapa teman yang memang akan mencicil THR-nya, tapi kalau saya melihat secara
keseluruhan sebaiknya, apa pun itu, THR dibayarkan," jelas Arnaz.
Perusahaan di sektor pariwisata dan perhotelan, menurut Arnaz, akan menunda pembayaran
THR-nya pada tahun ini. Pasalnya, sektor industri tersebut masih belum sepenuhnya pulih akibat
pandemi Covid-19.
520

