Page 523 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 523

Bidang  Pengupahan  dan  PKB  PC  SPL  FSMPI  Bekasi,  M.  Indrayana  menyampaikan  pihaknya
              menolak pengusaha bayar THR dicicil atau bertahap. Pihaknya mendesak para pengusaha di
              Kota Bekasi untuk membayarkan THR secara full.

              "Jadi,  tidak  ada  alasan  covid  atau  apa.  Kalau  bisa  dibayar  full  (THR)  ya  harus  dibayarkan,"
              katanya kepada awak media usai menggelar aksi unjuk rasa tentang pembayaran THR di Kantor
              Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (12/4/2021).

              Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Ika Indah Yarti mengatakan,
              pemberian THR dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan perusahaan.

              "Tapi saya belum komunikasi dengan bapak (Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi), sebenernya sih
              full, tapi pemberian itu bisa diberikan bertahap," jelasnya.

              Ika juga menyarankan kepada setiap perusahaan untuk berdiskusi dengan pekerja dan buruhnya
              terkait pembayaran THR.

              "Karena dengan covid takutnya perusahaan engga mampu. Yang penting ada kesepakatan,"
              katanya.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengumumkan  bahwa
              pengusaha  wajib  membayar  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  kepada  pekerja  atau  buruh  paling
              lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tahun 2021.

              Ida Fauziah mengatakan, pembayaran THR tersebut merupakan hal yang wajib bagi pengusaha.

              "THR  keagamaan  adalah  merupakan  pendapatan  non  upah  yang  wajib  dibayarkan  oleh
              pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan tersebut
              tiba," kata Ida dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/4/2021).









































                                                           522
   518   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528