Page 539 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 539

Hal  tersebut  disampaikan  Bupati  Majalengka  Karna  Sobahi  disertai  Sekda  Majalengka  Eman
              Suherman serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sadili usai menerima aksi demo
              dari SPN dan FSPMI di Pendopo, Senin 12 April 2021.

              Sebelumnya  Ketua  SPN  Suryana,  menyampaikan  4  hal  kepada  Bupati  Majalengka,  pertama
              meminta perusahaan untuk membayar THR penuh tanpa dicicil, karena berdasarkan informasi
              yang diperoleh mereka ada perusahaan yang akan mencicil THR terhadap buruhnya.

              Selain itu meminta Upam Minimum Kabupaten di Tahun 2021, dinaikan sebab upah yang saat
              ini  berjalan  sebesar  Rp2.009.000  per  bulan  sudah  dianggap  tidak  layak  untuk  memenuhi
              kebutuhan hidup layak di Majalengka.

              Buruh juga meminta Bupati untuk mendorong dugaan korupsi di BPJS diusut tuntas, karena
              merugikan para buruh yang sudah membayar BPJB setiap bulan, serta meminta bupati untuk
              turun menolak UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              Bupati Majalengka Karna Sobahi mengungkapkan pihaknya akan menerbitkan surat untuk semua
              pengusaha berisi pemenuhan tuntutan para buruh. Jika tidak membayar THR sesuai aturan maka
              pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan.

              "Nanti  akan  dibuat  surat  oleh  saya  kepada  pengusaha.  Pengusaha  yang  tidak  memenuhi
              ketentuan  hukum  akan  dikenakan  sanksi.  Sanksi  yang  diberikan  entah  sanksi  sosial,
              administratif, atau bisa saja bupati mencabut izinnya, itu tergantung kesalahan yang dilakukan
              perusahaan," ungkap Bupati Karna.

              Menurutnya, THR merupakan hadiah bagi para buruh menjelang hari raya Idul Fitri, makanya
              menjadi  keharusan  pihak  perusahaan  membayar  penuh  THR  kepada  karyawannya,  baik
              karyawan kontrak ataupun tetap. Bupati juga menegaskan, pihaknya akan akan menindaklanjuti
              apa yang disampaikan para buruh.

              Bupati juga mengungkapkan bahwa Investasi ke Majalengka belakangan ini demikian tinggi,
              namun upah yang ditetapkan oleh Dewan Pengupahan dinilai masih cukup rendah.

              Harga kebutuhan pokok juga terus merangkak naik, hal ini dianggap tidak sesuai lagi dengan
              upah kerja yang dibayarkan perusahaan keada buruh.

              "Bereka mengkaji harga telur dan beras sudah naik di setiap daerah, tapi nyatanya UMR berbeda.
              Makanya  saya  ingin  mengkaji  apa  yang  disampaikan  mereka,  dan  bagaimana  Dewan
              Pengupahan menganalisa semua itu sehingga menetapkan upah minimum seperti yang diterma
              buruh sekarang," kata Bupati Karna.

              Sementara aksi demo dikawal ketat aparat kepolsian, pengamanan dilakukan secara terbuka dan
              tertutup. Dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Asi demo bubar
              setelah bertemu Bupati dan melakukan orasi di depan Pendopo.***.


















                                                           538
   534   535   536   537   538   539   540   541   542   543   544